laporan tanah

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2009

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakanng
Diseluruh permukaan bumi terdapat aneka macam tanah, mulai dari yang paling gersang sampai yang paling subur, berwarna putih, merah, cokelat, kelabu, hitam, dengan berbagai ragam sifatnya.Untuk mempermudah mengenal masing-masing-masing jenis tanah serta kemampuannya dalam usaha mempelajari dan menggunakan tanah, maka perlu perlu masing-masing tanah diberi nama. Dengan demikian nama yang umumnya hanya terdiri atas satu atau dua kata berfungsi sebagai alat untuk mempersingkatketerangan mengenai sifat kemampuan suatu jenis tanah.
Seorang ahli menganggap bahwa tanah adalah bagian permukaan bumi yang lembek sehingga perlu dipasang batu-batu di permukaannya agar menjadi kuat. Dalam kehidupan sehari-hari tanah diartikan sebagai wilayah darat dimana di atasnya dapat digunakan untuk berbagai usah, misalnya pertanin, peternakan, mendirikan bangunan dan lain-lain.
Dalam pertanian, tanah diartikan lebih khusus yaitu sebagai media tumbuhnya tanaman darat. Tanah berasal dari hasil pelapukan batuan bercampur dengan sisa-sisa bahan organic dari organisme (vegetasi dan hewan) yang hidup di atasnya atau di dalamnya. Selain itu di dalam tanah terdapat pula udara dan air.
Air dalam tanah berasal dari air hujan yang ditahan oleh tanah sehingga tidak meresap ke tempat lain. Disamping percampuran bahan mineral dengan bahan organik, maka dalam proses pembetukan tanah terbentuk pola lapisan-lapisan tanah atau horizon-horison. Oleh karena itu dalam definisi ilmiahnya tanah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horison, terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organic, air dan udara, dan merupakan media untuk tumbuhnya tanaman.
Selain itu komponen tanah dipilahkan menjadi 3 fase penyusun tanah, yakni:
1. Fase padat : bahan mineral dan bahan organic.
2. Fase cair : lengas tanah dan air tanah; serta
3. Fase gas : udara tanah.
Ilmu yang mempelajari proses-proses pembentukan tanah beserta faktor-faktor pembentuknya, klasifikasi tananh, survai tanah, dan cara-cara pengamatan tanah dilapang disebut pedologi. Namun jika tanah dipelajari dalam hubungannya dengan pertumbuhan tanaman disebut edaphologi. Dalam hal ini dipelajari sifat-sifat tanah bagi pertumbuhan tanaman seperti pemupukan, pengapuran dan lain-lain. Dengan meningkatnya pengetahuan manusia tehadap tanah, maka ilmu tanah menjadi ilmu yang sangat luas, sehingga untuk dapat mempelajari dengan baik perlu pengelompokan lebih lanjut kedalam bidang-bidang yang lebih khusus.
Salah satu bidang khusus ilmu tanah adalah :
1. Fisika Tanah : Mempelajari sifat-sifat tanah seperti tekstur, struktur, konsistensi dan gerakanair dalam tanah.
2. Pengawetan Tanah dan Air : Mempelajari jenis dan proses-proses erosi, akibat erosi, usaha-usaha pencegahan erosi atau usaha pengawetan tanah dan air.
Pada praktium kali ini kita akan melakukan percobaan tentang penyiapan contoh tanah, penetapan kadar air tanah, pengamatan tanah dengan indra, dan pengenalan profil tanah.

B. Tujuan
Adapun tujuan praktikum adalah untuk mengetahui :
1. 1.menyiapkan contoh kering angina/udara dengan diameter 2mm dan contoh tanah halus(diameter 0,5 mm ).
2. Kadar air beberapa jenis tanah dalam keadaan kering angin, kapasitas lapang dan maksimum dengan metode gravimetric atau disebut berdasarkan % berat.
3. derajat kerut beberapa jenis tanah dan membandingkan besar derajat kerut antar jenis tanah.
4. warna dasar beberapa jenis tanah dengan menggunakan buku munsell soil color chart.
5. Menetapkan tekstur dan struktur dari beberapa jenis tanah.
6. Menetapkan konsistensi berbagai jenis tanah dalam keadaaan basah, lembab, dan kering.
7. pengenalan profil dari beberapa jenis tanah.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tanah adalah akumulasi tubuh alam bebas, menduduki sebagian besar permukaan planet bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula.
Syarat utama terbentuknya tanah ada dua yaitu :
A. Tersedianya bahan asal
B. Adanya faktor yang mempengaruhi bahan asal
Bahan awal tanah dalam istilah ilmu tanah dinamakan bahan induk. Bahan induk ada yang berwujud batuan, mineral-mineral dan zat organik. Adanyja korelasi antara zone iklim dan zone jenis tanah. Mudah dimengerti bahwa pada permukaan yang paling berpengaruh adalah bahan induk, makin lama tanah berkembang ikllim makin besar pengaruhnya dan makin bersifat dominasi terhadap faktor lainnya.
Pengambilan contoh tanah juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kebenaran hasil analisis sifat fisik dan sifat kimia tanah. Ada tiga cara pengambilan contoh tanah yaitu :
1) Contoh tanah utuh (undisturbed soil sampel), digunakan untuk penetapan berat jenis tanah, berat jenis partikel, porositas tanah, kurva pf, dan permeabilitas tanah.
2) Contoh tanah tidak utuh ( disturbed soil sampel), digunakan untuk penetapan kadar air tanah, tekstur tanah, konsistensi, warna, dan analisis kimia tanah.
3) Contoh tanah dengan agregat utuh (undisturbed soil agregate), digunakan untuk penetapan kemantapan agregat, pontesi mengembang dan mengkerut yang dinyatakan dengan nilai COLE (coofficient of linear extencibility). (penuntun dasar-dasar ilmutanah, 2009).
Berdasarkan gaya yang bekerja pada air tanah yaitu gaya adhesi, kohesi, dan gravitasi. Air higrokopis adalah air yang diadsorbsi oleh tanah dengan sangat kuat, sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Air kapiler merupakan air tanah yang ditahan akibat adanya gaya kohesi dan adhesi yang lebih kuat dibandingkan gaya gravitasi. Sedangkan air gravitasi adalh air yang tidak dapat ditahan oleh tanah, karena mudah meresap kebawah akibat adanya gaya gravitasi.
Secara fisik tanah mineral merupakan campuran dari bahan organik, bahan organik, udara, dan air. Bahan anorganik secara garis besar terdiri atas golongan fraksi tanah yaitu : paisr, debu, dan liat, masing-masing fraksi mempunyai ukuran dan sifat yang berbeda,. Tanah yang banyak nmengandung pasir akan mempunyai tekstur yang kasar, mudah untuk diolah, mudah merembeskan air dan disebut sebagai tanah ringan. Sebaliknya tanah yang banyak mengandung liat akan sulit meloloskan air, aerasi jelek, lengket dan sulit dalam pengolahannya sehingga disebut tanah berat.
Warna tanah merupakan ciri tanah yang paling jelas dan mudah ditentukan dilapang. Warna tanah mencerminkan beberapa sifat tanah. Kandungan bahan organik yang tinggi pada tanah akan menimbulkan warna lebih gelap. Tanah dengan drainase yang jelek atau sering jenuh air berwarna kelabu. Tanah yang mengalami dehidratasi senyawa besi akan berwarna merah.
Warana tanah itu amat dipengaruhi oleh kadar lengas didalam tanah. Tanah yang kering lebih muda warnanya daripada tanah basah. Ini disebabkan oleh karena bahan-bahan koloid kehilangan air. Selama tanah belum mencapai titik ubah, maka warna tanah masih tetap sama. Warna tanah basah itu lebih hidup dan juga pertentangan –pertentangan didalamnya adalah lebih tegas daripada didalam tanah kering.
Penetapan warna tanah digunakan Munsell Soil Colour Chart, yaitu :
1. Hue : Warna dominan sesuai dengan panjang gelombangnya.
2. Value : Merupakan kartu warna kearah vertikal yang menunjukkan warna tua dan muda atau hitam dan putih.
3. Chroma : Merupakan kartu warna yang disusun horizontal yang menunjukan Intensitas Cahaya.
Tekstur tanah merupakan perbandingan relatif antara fraksi pasir, debu, dan liat dalam suatu massa tanah (Dr. Nur hajati Hakim dkk, 1986).Tekstur penting dalam penentuan sifat fisika, kimia, dan fisika-kimia tanah. Ada 3 macam tekstur utama tanah, yaitu : tekstur pasir (sand), lempung (loam), dan liat (clay).
Struktur tanah adalah penyusunan partikel-partikel tanah primer (pasir, debu, dan liat) membentuk agregat tanah. Antara agregat yang satu dengan yang lainnya dibatasi oleh bidang belah secara alami. Pengamatan struktur tanah dilapang terdiri dari :
1. Pengamatan bentuk struktur /tipe struktur
2. Besarnya agregat tanah yang dinyatakan sebagai kelas struktur
3. Pengamatan kuat lemahnya agregat tanah yang terbentuk yang dinyatakan sebagai derajat struktur tanah.
Setiap tanah mempubyai sifat-sifat yang khas (setts of charasteristic) yang merupakan hasil kerja faktor-faktor pembentuk tanah.
Akibat bekerjanya faktor-faktor pembentuk tanah ini, maka setiap jenis tanah akan menampakkan profil yang beerbeda. Pengamatan profil meliputi :
1. Pengamatan dalam profil itu sendiri, dan
2. Pengamatan faktor sekeliling yang mempengaruhi proses pembentuk tanah.
Dan untuk mengenal suatu jenis tanah, dilakukan praktikum pengenalan profil dilapang. Profil tanah didefinisikan sebagai irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke bahan induk tanah. Profil tanah yang akan diamati ciri-cirinya harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Masih alami
2. Vertikal
3. Bidang profil tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung, dan setiap horison memiliki ciri morfologi, kimia dan fisika yang khas.

III. ALAT BAHAN DAN CARA KERJA
A. PENYIAPAN CONTOH TANAH
a. Alat :
Mortir dan penumbuknya
Saringan (2mm, 1mm, 0,5mm)
Tampir untuk peranginan
kantong plastik
spidol untuk menulis label
b. Bahan :
Contoh tanah terganggu yang diambil dari lapangan dan sudah dikeringkan selama kurang lebih satu minggu.
B. PENETAPAN KADAR AIR TANAH
1 Kadar Air Tanah Kering Angin (Udara)
a. Alat :
 Botol timbangan dan penutupnya
 Label
 Timbangan analitis
 Tang penjepit
 Oven
b. Bahan :
Tanah kering angin (2 mm){Inseptisol, Andisol, Ultisol, Fertisol, Entisol}
2. Kadar Air Kapasitas Lapang
a. Alat :
a Keranjang kuningan
b Label
c Bejana seng
d Timbangan
e Pipet ukur 2 mm
b. Bahan :
Tanah kering angin (2 mm){Inseptisol, Andisol, Ultisol, Fertisol, Entisol}.

C. DERAJAT KERUT TANAH
1. Alat :
1) Botol semprot
2) Cawan porselen
3) Colet
4) Cawan dakhil
5) Jangka sorong
6) Serbet/lap pembersih
2. Bahan :
Tanah halus (<0.5 mm) (Inseptisol, Andisol, Ultisol, Fertisol, Entisol)

D. PENGAMATAN TANAH DENGAN INDRA
1. Warna Tanah
a. Alat :
Buku Munsell Soil Color Chart
b. Bahan :
Tanah gumpal lembab (Inseptisol, Andisol, Ultisol, Fertisol, Entisol)
2. Tekstur Tanah
a. Alat :
Menggunakan ibu jari dan telunjuk
b. Bahan :
 Tanah (Inseptisol, Andisol, Ultisol, Fertisol, Entisol)
 Air
3. Struktur Tanah
a. Alat :
Jari tangan
b. Bahan :
Tanah (sebongkah tanah) (Inseptisol, Andisol, Ultisol, Fertisol, Entisol)
4. Konsistensi
a. Alat :
Ibu jari telunjuk
b. Bahan :
Tanah dalam berbagai kandungan air (Inseptisol, Andisol, Ultisol, Fertisol, Entisol).

E. PENGENALAN PROFIL TANAH
1. Alat :
a Bor tanah
b Abney level (clinometer)
c Kompas
d Altimeter
e pH saku
f Botol semprot
g Kertas label
h Meteran
i Buku Munsell Soil Color Chart
j Kantong plastik
k Spidol
l Buku pedoman pengamatan tanah di lapang
m Daftar isian profil
2. Bahan :
Tanah
B. CARA KERJA
A. PENYIAPAN CONTOH TANAH
1) Contoh yanah tang sudah Dikeringkan Ditumbuk dalam mortir secara hati-hati, kemudian diayak dengan saringan berturut-turut dari yang diameter 2 mm, 1 mm, dan 0,5 mm. Contoh tanah yang tertampung di atas saringan 1mm adalah contoh tanah yang diameter 2mm, sedang yang lolos saringan 0,5 mm adalah contoh tahah halus (0,5 mm).
2) Contoh tanah yang diperoleh dimasukan dalam kantong plastik dan diberi label seperlunya.
B. PENETAPAN KADAR AIR TANAH
A. Kadar Air Tanah Kering Angin (Udara)
1) Botol timbang dan penutupnya dibersihkan, diberi label, lalu ditimbang (= a gram).
2) Botol timbang diisi dengan contoh tanah kering angin yang berdiameter 2 mm, kurang lebih setengahnya, ditutup, lalu ditimbang kembali (= b gram).
3) Botol timbang yang berisi tanah dimasukan ke dalam oven dengan keadaan tutup terbuka. Pengovenan dilakukanpada suhu 105-1100C selaqma minimal 4 jam.
4) Setelah waktu pengovenan selesai, botol timbang ditutup kembali dengan menggunakan tang penjepit.
5) Botol timbang yang telah ditutup dikeluarkan dari oven dengan menggunakan tang penjepit, lalu dimasukkan ke dalam eksikator selama 15 menit.
6) Setelah itu, botol timbang diambil satu persatu dengan menggunakan tang penjepit untuk ditimbang dengan timbangan yang sama (= c gram).
B. Kadar Air Kapasitas Lapang
1) Keranjang kuningan dibersihkan, diberi label kemudian ditimbang (= a gram)
2) Keranjang kuningan yang telah ditimbang diletakkan ke dalam bejana seng.
3) Contoh tanah kering angin  2 mm dimasukkan ke dalam keranjang kuningan setinggi 2,5 cm (sampai tanda batas) secara merata tanpa ditekan.
4) Diteteskan air sebanyak 2 mL dengan pipet ukur secara perlahan-lahan pada 3 titik tanpa persinggungan (1 titik = 0,67 mL ), kemudian bejana seng ditutup, dileltakkan ditempat yang teduh dan dibiarkan selama 15 menit.
5) Keranjang kuningan dikeluarkan dari bejana seng, diayak dengan hati-hati hingga tertinggal 3 gumpalan tanah lembab, lalu ditimbang (= b gram).
C. DERAJAT KERUT TANAH
1) Tanah halus diambil secukupnya, dimasukan ke dalam cawan porselin, ditambah air dengan menggunakan botol semprot, lalu diaduk secara merata dengan colet sampai pasta tanah menjadi homogen.
2) Pasta tanah yang sudah homogen tadi dimasukkan ke dalam cawan dakhil yang telah diketahui diameternya dengan menggunakan jangka sorong (diameter awal).
3) Cawan dakhil yang telah berisi pasta tanah tersebut dijemur dibawah terik matahari, kemudian dilakukan pengukuran besarnya pengkerutan setiap 2 jam sekali sampai diameternya konstan (diameter akhir).

D. PENGAMATAN TANAH DENGAN INDRA
A. Warna Tanah
Diambil sedikit tanah gumpal yang lembab secukupnya (permukaanya tidak mengkilap), diletakkan di bawah lubang kertas buku Munsee Soil Collor Chart. Dicatat notasi warna (Hue, Value, chroma) dan nama warna. Penamatan warna tanah tidak boleh terkena cahaya matahari langsung.
B. Tekstur Tanah
Penetapan tekstur tanah dilapang dilakukan dengan cara merasakan atau meremas tanah antara ibujari dan jari telunjuk. Diambil sebongkah tanah kira-kira sebesar kelereng, basahi dengan air hingga tanah dapat ditekan. Contoh tanah dipijit kemudian dibuat benang dan sambil dirasakan kasar halusnya tanah. Jika :
1) Bentukan benang mudah dan membentuk pita panjang, maka besar kemungkinan teksturnya liat,
2) Mudah patah, kemungkinan tekstur tanahnya lempung berliat dan
3) Tidak terbentuk benang, kemungkinan lempung atau pasir. Jika terasa lembut dan licin, berarti lempung berdebu ; terasa kasar : lempung berpasir.
C. Sturtur Tanah
Sebongkah tanah diambil dari horison tanah, kemudian dipecah dengan cara menekan dengan jari atau dengan dijatuhkan dari ketinggian tertentu. Sehingga bongkah tanah akan pecah secara alami. Pecahan tersebut menjadi agregat mikro (ped) yang merupakan kelas struktur tanah.
D. Konsistensi Tanah
Contoh tanah dalam berbagai kandungan air diamati dengan cara dipijit dengan ibu jari dan telunjuk. Pengamatan dimulai pada kondisi kering, lembab dan basah dengan cara menambah air pada contoh tanahnya.

E. PENGENALAN PROFIL TANAH
1) Memilih tempat pembuatan profil. Sebelumnya dilakukan dengan pengeboran (boring). Ditempat-tempat sekitar profil yang akan dibuat sedalam 1 meter pada 2 atau 3 tempat berjarak 1 meter, yang berguna supaya tercapai keseragaman.
2) Menggali lubang sedemikian rupa sehingga terbentuk profil tanah dengan ukuran panjang 2 m, lebar 1,5 m dan kedalaman 1,5 m. Di depan bidang pengamatan profil dibuat tangga (trap) ke bawah untuk memudahkan pengamat turun.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
– Hasil Pengamatan Penetapan Kadar Air Tanah
Tanah secara umum
No . Tanah Ka Kl
1. Vertisol 11,27 24,8
2. Andisol 35,77 58,28
3. Ultisol 11,23 31,98
4. Inceptisol 11,7 29,56
5. Entisol 9,58 22,75

1.Tanah kering udara
Tanah Andisol
Ulangan Botol timbang kosong(a gram) (a) + contoh tanah(b) (b) setelah di oven (c g) Kadar air tanah kering udara(%)
Ka 1 22,9 gr 28,2 gr 26,7 gr 39,4 %
Ka 2 22,4 gr 32,6 gr 31,3 gr 14,6%
Rata-Rata 54,0 %

Tanah Inceptisol

Ulangan Botol timbang kosong(a gram) (a) + contoh tanah(b) (b) setelah di oven (c g) Kadar air tanah kering udara(%)
Ka 1 22,6 29,6 gr 28,8 gr 12,9 %
Ka 2 29,2 gr 35,7 gr 35 gr 12 %
Rata-Rata 12,45 %

Perhitungan :
( b – c )
Kadar air = ————- X 100%
( c – a )
Ket : ( b – c ) = massa air; ( c – a )= massa tanah kering mutlak (massa padatan)

2.Kapasitas Lapang
Tanah Inceptisol
Ulangan Keranjang kuningan kosong (a g) (a) + gumpalan tanah basah (b g) Kadar air kapasitas lapang (%)
KL – 1 32,3gr 44,3 gr 32,25 %
KL – 2 32,8 gr 43,79 gr 34,696 %
Rata – rata 33,473 %
Tanah Andisol
Ulangan Keranjang kuningan kosong (a g) (a) + gumpalan tanah basah (b g) Kadar air kapasitas lapang (%)
KL – 1 31,1 gr 47,0 gr 68,3 %
KL – 2 31,4 gr 44,9 gr 78,3 %
Rata – rata 73,3 %
Perhitungan :
2
Kapasitas lapang =———— X 100% + Ka
b- (a + 2)

Warna dan Tekstur

No.
Jenis Tanah Warna Tanah
Tekstur Tanah
Notasi Warna Nama Warna
1. Ultisol 10 YR; 3/6 Dark Yellowish brown Pasir berdebu
2. Inceptisol 7,5 YR; 4/2 Dark Brown Lempung Berpasir
3. Vertisol 2,5 GR; 3/0 Vert Dark Brey Liat
4. Andisol 7,5 YR; 3/4 Dark Brown Lempung Berpasir
5. Entisol 2,5 GR; 5/2 Brown Lempung Berdebu

B. Struktur

No.
Jenis Tanah Struktur Tanah
Tipe Klas Derajat
1. Ultisol Gumpal Halus Cukupan
2. Inceptisol Gumpal Kasar tipe Gumpal Cukupan (2)
3. Vertisol Guimpal – -
4. Andisol Gumpal Halus Cukupan
5. Entisol Gumpal Halus Kuat

C.Konsistensi

No.
Jenis Tanah Konsistensi basah Konsistensi lembab Konsistensi kering
kelekatan Keliatan
1. Ultisol S P T h
2. Inceptisol SO PS Vf Sh
3. Vertisol VS VP VF h
4. Andisol SS PO VF h
5. Entisol SS – – -

Perhitungan :
= (32,232 – 29.967) x 100 % = (31.762 – 30.827) x 100 %
(30.827 – 22.818) (29.967 – 22.276)
= 11.66 % = 11.67 %

Ka Rata-rata = Ka1 + Ka2 = 11.66 % + 11.67 %
2 2
= 11.665

Perhitungan : Kl1 = 2 x 100 % + Ka
b-(a + 2)
= 2 x 100 % + 11.665 %
40.574 – (31.202 + 2)
= 38.785 %

Kl2 = 2 x 100 % + Ka
b-(a + 2)
= 2 x 100 % + 11.665 %
42.433 – (34.160 + 2)
=43.545%

Kl Rata-rata : Kl1 + Kl2 ¬¬ = 38.785 + 43.545
2 2
= 41.165 %
Tabel 4. Derajat kerut tanah
Jenis Tanah Pengamatan Ke
1 2 3 4 5
Inseptisol  3,92 3,80 3,76 3,70 3,68
 3,84 3,74 3,70 3,68 3,66
X 3.845 3.735 3.655 3.560 3.560
Andisol  3,91 3,76 3,73 3,73 3,73
 3,88 3,88 3,65 3,64 3,64
X 3.955 3.865 3.829 3.795 3.770
Ultisol  3.77 3.440 3.420 3.420 3.420
 3,68 3,50 3,38 3,38 3,38
X 3,72 3,52 3,46 3,43 3,43
Fertisol  3,93 3.210 3.300 3.250
 4,01 3.380 3.100 3.100 3.100
X 3.8575 3.3125 3.155 3.200 3.175
Entisol  3.842 3.688 3.662 3.680 3.655
 3,864 3.732 3.730 3.714
X 3,810 3.719 3.697 3.705 3.6845
Perhitungan : Derajat Kerut Tanah 1(Æ1) = D awal – D akhir x 100%
D awal
= 3.770 – 3.420 x 100%
3.770
= 9.284 %
Derajat Kerut Tanah 2 (Æ2) = D awal – D akhir x 100%
D awal
= 3.8025 – 3.400 x 100 %
3.8025
= 10.585 %
Derajat kerut rata-rata = Æ1 + Æ2
2
= 9.284 % + 10.585 %
2
= 9.934 %

Tabel 5. Profil tanah
No. lapisan 1 2 3 4 5
Dlm lap.(cm) 0 – 16 16 – 35 35-49 49 – 74 75 – 92
Simbol lap. A B C D E
Bts lap. a b c d a b c D a b c d a b c d a b c d
Bts top s w i b s w i B s w i b s w i b s w I b
Wrn tnh 7,5YR3/4 5YR3/2 7,5YR3/4 5YR3/3 Dark yellow
Tekstur tanah Sr
Sr
Sr
Sr
Sr

S Cl L S Cl L S Cl L S Cl L S Cl L
Si Si Si Si Si
Kandungan
Bahan kasar (konkresi/
Hablur/
fragmen Fe Ca Fe Ca Fe Ca Fe Ca Fe Ca
Mn B Mn B Mn B Mn B Mn B
Struktur
Tanah 0 VF Pl 0 VF Pl 0 VF Pl 0 VF Pl 0 VF Pl
1 F P 1 F P 1 F P 1 F P 1 F P
2 M Cp 2 M Cp 2 M Cp 2 M Cp 2 M Cp
3 C Ab 3 C Ab 3 C Ab 3 C Ab 3 C Ab
VC B VC B VC B VC B VC B
Sb Sb Sb Sb Sb
G G G G G
Cf Cf Cf Cf Cf
L L L L L
M M M M M
Kosistensi So L L So L L So L L So L L So L L
Ss Vt S Ss Vt S Ss Vt S Ss Vt S Ss Vt S
S F Sh S F Sh S F Sh S F Sh S F Sh
Vs T H Vs T H Vs T H Vs T H Vs T H
Po Vf Vh Po Vf Vh Po Vf Vh Po Vf Vh Po Vf Vh
Ps Et Eh Ps Et Eh Ps Et Eh Ps Et Eh Ps Et Eh
Vp Vp Vp Vp Vp
P P P P P
pH Tanah 6 5 5 6 5
Reaksi
Terhadap
HCL Tidak berubah
Semua +2 Tak berbuih Tidak berbuih
Tidak ada buih Tak berbuih
Reaksi
Terhadap
H2O2 +3 banyak +3 berbuih +2 berbuih +2 Ada buih +2 berbuih
Perakaran Halus kasar Kasar, banyak Halus sedikit Sedang, Jmlh Banyak Sedang, sedikit
Tabel 6. Pengamatan warna dan tekstur tanah dengan indra
No Jenis tanah Warna tanah Tekstur tanah
Notasi warna Nama warna
1 Inseptisol 7,5 YR3/4 Dark brown Lempung berpasir (SL)
2 Andisol 5 YR3/2 Dark reddish borwn Lempung berpasir (SL)
3 Ultisol 5YR4/4 Reddish borwn Liat(C)
4 Fertisol 2,5 YR3/2 Very dark grayis brown Liat(C)
5 Entisol 10 YR3/3 Dark brown Lempung berdebu (SIL)

Tabel 7. Pengamatan struktur tanah dengan indra
No Jenis tanah Struktur tanah Derajat
Tipe klas
1 Inseptisol Gumpal membulat (sb) Sangat halus
(vf) 1 = Lemah
2 Andisol Gumpal membulat (sb) Sangat halus
(vf) 2 = cukupan
3 Ultisol Gumpal
(b) Sangat kasar (vc) 3 = kuat
4 Fertisol Gumpal bersudut
(ab) Sangat halus
(vf) 3 = kuat
5 Entisol Gumpal membulat (sb) Sangat halus
(vf) 1 = Lemah

Tabel 8. Pengamatan konsistensi tanah dengan indra
No Jenis tanah Konsistensi basah Konsistensi lembab Konsistensi kering
Kelekatan Keliatan
1 Inseptisol Lekat
(s) Agak plastis (ps) Sangat gembur (vf) Agak keras (sh)
2 Andisol Agak lekat
(ss) Tidak plastis (pO) Lepas
(l) Agak keras (sh)
3 Ultisol Lekat
(s) Agak plastis (ps) Lepas
(l) Keras
(h)
4 Fertisol Lekat
(s) Plastis
(p) Sangat teguh sekali
(et) Sangat keras sekali
(h)
5 Entisol Lekat
(s) Plastis
(p) Teguh
(t) Sangat keras (vh)

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Penetapan Kadar Air Dalam Tanah
Tanah adalah kumpulan dari benda alam dipermukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon, terdiri dari campuran bahan mineral,bahan organik, air dan udara. Berdasarkan gaya yang bekerja pada air tanah yaitu gaya adhesi, kohesi dan gravitasi, maka air tanah dibedakan menjadi : 1. air higroskopis, 2. air kapiler, 3. air gravitasi.
Air higroskopis adalah air yang diabsorbsi oleh tanah dengan sangat kuat, sehingga tidak tersedia dalam jumlkah banyak bagi tanaman. Air kapiler adalah air tanah yang tertahan oleh tanah karena gaya adhesi dan kohesi yang lebih besar dari pada gaya gravitasinya. Sedangkan air gravitasi adalah air yang tidak bias ditahan oleh tanah akibat gaya gravitasi yang menyebabkan air meresap ke bawah.
Berdasarkan teori diatas, maka diadakan praktikum yang menerapkan kadar air seprti tanah kering angina dan kapasitas lapang dengan metode gravimetri (perbandingan massa air dengan massa padatan tanah) atau berdasarkan % berat.
Dari data atau hasil yang terdapat atau didapat, dapat dilihat bahwa masing-masing tanah mempunyai kadar air tanah kering udara dan kadar air kapasitas lapang yang berbeda-beda. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor :
1. Jenis air yang yang diserap yang didasarkan pada air tanah yaitu gaya adhesi, kohesi dan gravitasi.
2. Kemampuan tanah menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur tanah. Tanah-tanah bertekstur kasar mempunyai daya menahanair yang lebih kecil dari pada tanah yang bertekstur halus. Oleh karenanya tanaman yang ditanam pada tanah pasir umunya lebih mudah kekeringan daripada tanah-tanah bertekstur lempung atau liat.
3. Kadar bahan organic tanah (BOT)
Semakin tinggi kadar BOT akan makin tinggi kadar dan ketersediaan air tanah.
4. Senyawa kimiawi
Semakin banyak senyawa kimiawi di dalam tanah akan menyebabkan kadar dan ketersediaan air tanah menurun.
Tanah kering udara adalah tanah yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
Berdasarkan data dalam penetapan kadar air tanah kering udara, tanah Andisol lebih mampu menyerap air dibandingkan tanah inceptisol , hal ini terbukti dari % kadar air tanah andisol lebih besar dari pada tanah inceptisol.

B. Derajat Kerut Tanah
Secara fisik tanah mineral merupakan campuran dari bahan anorganik, organik,udara dan air. Bahan anorganik secara garis besar dibagi atas golongan fraksi tanah yaitu :
1. Pasir (0,05 mm – 2,00 mm)
Tidak plastis dan tidak liat, daya menahan air rendah, ukuran yang besar menyebabkan ruang pori makro lebih banyak, perkolasi cepat, sehingga aerasi dan drainase tanah pasir relative baik. Partikel pasir ini berbentuk bulat dan tidak lekat satu sama lain.
2. Debu (0,002 mm – 0,005 mm)
Merupakn pasir mikro. Tanah keringnya menggumpal tetapi mudah pecah jika basah, empuk dan menepung. Fraksi debu mempunyai sedikit sifat plastis dan kohesi yang cukup baik.
3. Liat (<0,002 mm)
Berbentuk lempeng, punya sifat lekat yang tinggi sehingga bila dibasahi amat lengket dan sangat plastis, sifat mengmbang dan mengkerut yang besar.

Masing-masing fraksi mempunyai ukuran dan sifat yang berbeda-beda. Tanah yang banyak mengandung pasir akan mempunyai tekstur yang kasar, mudah untuk diolah, mudah untuk merembeskan air dan disebut sebagai tanah ringan. Dalam praktikum mengenai derajat kerut tanah, dengan menggunakan beberapa jenis tanah, yaitu Fertisol, Ultisol, Andisol, Entisol dan Inseptisol dengan hasil praktikum sebagai berikut :
1. Tanah Ultisol Ultisol derajat kerut tanahnya sebesar 11,83 %
2. Fertisol derajat kerut tanahnya sebesar 18,94%
3. Entisol derajat kerut tanahnya sebesar 6,11 %
4. Inseptisol derajat kerut tanahnya sebesar 11,005 %
5. Ardisol derajat kerut tanahnya sebesar 3,225 %
Dari data diatas dapat kita lihat bahwa masing-masing jenis tanah mempunyai derajat kerut yang berbeda-beda. Hal tersebut disababkan oleh beberapa faktor, yaitu berat ringannya tanah akan menentukan derajat kerut tanah. Semakin tinggi kandungan liat, semakin besar derajat kerut tanah. Selain itu, bahan orgaik tana berpengaruh sebaliknya. Semakin tinggi kandungan bahan organik tanah, maka derajat kerut tanah semakin kecil. Pernyataan tersebut tidak sesuai dengan data praktikum. Jika diurutkan, Derajat kerut terbesar adalah tanah Ultisol dengan tekstur tanah liat, disusul oleh tanah Andisol yang bertekstur liat, tanah Entisol dengan tekstur lempung berdebu, dan yang terakhir Fertisol dan Inceptisol yang bertekstur lempung berpasir. Hal tersebut atau penyimpangan tersebut dapat disebabkan oleh salah satunya adalah kurang akuratnya dalam perhitungan dan lain sebagainya.

C. Pengamatan Dengan Indra
1. Warna Tanah
Pada pengamatan tanah dengan indra, warna tanah mencerminkan beberapa sifat tanah, diantaranya yaitu kandungan bahan organic, drainase, dehidratasi senyawa besi dan lain-lain. Warna tanah sangat di[engaruhi oleh kadar lengas didalamnya. Tanah yang kering warnanya lebih muda dibandingkan dengan tanh yang basah, ini karena bahan koloid yang kehilangan air.
Berdasarkan percobaan yang dilakukan, didapat hasil :
a. Tanah Fertisol = 2,5 YR 3/2 : Very Dark Grayish Brown
b. Tanah Andisol = 5 YR 3/2 : Dark Reddish Brown
c. Tanah Ultisol = 5 YR 4/4 : Reddish Brown
d. Tanah Inceptisol = 7,5 YR 3/4 : Dark Brown
e. Tanah Entisol = 10 YR 3/3 : Dark Brown
Warna tanah diatas ditetapkan menggunakan Munsell Soil Color Chart. Yaitu dimana dalam penetapan warna harus di catat HUE, VALUE, dan CHROMA.
1) Hue : warna dominan sesuai dengan panjang gelombangnya, dimulai warna merah (5R) dan warna paling kuning (5Y), untuk tanah tereduksi (gley) yaitu 5G, 5GY, 5 BG, dan N.
2) Value : merupakan kartu warna ke arah vertikal yang menunjukkan warna tua-muda atau hitam-putih, ditulis dibelakang nilai hue.
3) Chroma : merupakan kartu warna yang disusun horizontal yang menunjukkan intensitas cahaya. Ditulis dibelakang value yang dipisahkan dengan garis miring.
Contoh : Red, 10R 4 / 5 chroma

Nama
warna value
hue
ini dilakukan untuk menyamakan warna tanah di semuan daerah. Warna tanah yang terdeteksi berbeda-beda karena mencerminkan sifat tanah, sedangkan diketahui jenis tanahnya berbeda, sehingga warnanya pun pasti berbeda.
Dalam pengamatan didapkan bahwa tanah inseptisol memiliki notasi warna 7,5 Yr 4/2

2. Tekstur Tanah
Ada 3 macam tekstur tanah yang utama, yaitu pasir (sand), lempung (loam), dan liat (clay). Tanah dikatakan pasir bila jandungan pasirnya lebih dari 70%. Sedangkan lait apabila kandungan litany lebih dari 35%. Jika suatu fraksi bukan fraksi liat ataupun pasir, maka itu adalah fraksi debu. Departemen Pertanian Amerika Serikat membagi tekstur tanah menjadi 12 kelas tekstur. Penetapan tekstur tanah ada 2, yaitu :
a. Penetapan di Laboratorium
b. Penetapan Tekstur di Lapang
Menurut hasil praktikum, diketahui bahwa :
a. Entisol bertekstur lempung berdebu (SIL)
b. Ultisol bertekstur lempung berliat (CL)
c. Fertisol bertekstur lempung berpasir (CS)
d. Andisol bertekstur lempung berliat (CL)
e. Inceptisol bertekstur lempung berpasir (SL)
Hasildari tiap-tiap kelompok berbeda karena kepekaan indra yang dimiliki tiap individu berbeda-beda.

3. Struktur Tanah
Struktur tanah terbentuk akibat adanya penggabungan butir-butir primer tanah oleh adanya koloid tanah, humus, atau bahan kimia.Pada pengamatan struktur tanah diamati bentuk struktur, agregat tanah (ped)/ kelas struktur dan derajat struktur tanah.
Berdasarkan percobaan yang kami lakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut :
a. Entisol bertipe gumpal bersudut (ab), memiliki kelas sangat halus (vf) dan memiliki derajat kuat (3).
b. Ultisol bertipe gumpal bersudut (ab), memiliki kelas sangat halus (vf) dan memiliki derajat kuat (3).
c. Vertisol bertipe gumpal bersudut (ab), memiliki kelas sedang (m) dan memiliki derajat cukupan (2).
d. Andisol bertipe gumpal, memiliki kelas halus (f) dan memiliki derajat lemah (1).
e. Inceptisol bertipe gumpal membulat (sb), memiliki kelas sangat halus (vf) dan memiliki derajat lemah (1).

4. Konsistensi
Tanah dengan konsistensi baik mudah diolah dan tidak mudah melekat pada alat pegolah tanah. Sedangkan tanah yang berkonsistensi buruk merupakan kebalikannya. Konsistensi tanah dapat ditetapkan pada keadaan basah, lembab dan kering.
Percobaan yang dilakukan oleh kelompok kami memberikan hasil konsistensi tanah sebagai berikut :
a. Entisol pada konsistensi basah lekat (s) dan plastis (p), pada konsistensi lembab teguh (t) dan pada konsistensi kering sangat keras (vh).
b. Ultisol pada konsistensi basah agak lekat (ss) dan agak plastis (sp), pada konsistensi lembab sangat teguh (vt) dan pada konsistensi kering keras (h).
c. Fertisol pada konsistensi basah lekat (s) dan plastis (p), pada konsistensi lembab sangat teguh sekali (et) dan pada konsistensi kering sangat keras sekali (eh).
d. Andisol pada konsistensi basah lekat (s) dan tidak plastis (p0), pada konsistensi lembab sangat gembur (vf) dan pada konsistensi kering agak keras (sh).
e. Inceptisol pada konsistensi basah lekat (s) dan agak plastis (sp), pada konsistensi lembab sangat gembur (vf) dan pada konsistensi kering agak keras (sh).
Konsistensi lembab didapatkan denganmencelupkan sekejap bongkahan tanah lalu langsung diangkat dan dirasakan konsistensinya.
D. Pengenalan Profil Tanah
Apabila kita menggali lubang pada tanah, maka kalau kita perhatikan dengan teliti pada masing-masing sisi lubang tersebut akan terdapat lapisan-lapisan tanah yang mempunyai sifat yang berbeda-beda. Disuatu tempat ditemukan lapisan berseling-seling dengan lapisan liat, lempung atau debu, sedang ditempat lain ditemukan tanah yang semuanya terdiri dari liat, tetapi dilapisan bawah berwarna kelabu dengan bercak-bercak merah, dibagian tangah berwarna merah, dan lapisan atasnya berwarna kehitam-hitaman.
Lapisan tersebut terbentuk karena dua hal, yaitu :
1. Pengendapan yang berulang-ulang oleh genangan air.
2. Proses pembentukan tanah.
Horison tanah adalah lapisan-lapisan tanah yang terbentuk karena hasil dari proses pembentukan tanah. Proses pembentukan horison-horison tersebut akan menghasilkan benda alam baru yang disebut tanah. Penampang vertikal tanah tersebut akan menunjukan susunan horison yanag disebut profil tanah.
Profil dari tanah mineral yang telah berkembang lanjut biasanya memiliki horison-horison sebagai berikut: O – A – E – B – C – R
Keterangan:
1. Horison O adalah horison yang terdiri dari bahan serasah atau sisa-sisa tanaman (Oi) dan bahan organik tanah (BOT) hasil dekomposisi serasah (Oa). Horison ini ditemukan terutama pada tanah-tanah hutan yang masih utuh. Merupakan horison organik yang terbentuk diatas lapisan tanah mineral
2. Horison A1 adalah horison mineral berbahan organik tanah (BOT) tinggi sehingga berwarna agak gelap. A2 – Horison dimana terdapat pencucian (eluviasi) maksimum terhadap liat, Fe, A dan bahan organik. A3 – Horison peralihan ke B, lebih menyerupai A
Horison dipermukaan tanah yang terdiri dari campuran bahan organik dan bahan mineral. Merupakan horison eluvasi, yaitu horison yang mengalami pencucian.

3. Horison E adalah horison mineral yang telah tereloviasi (tercuci) sehingga kadar BOT, liat silikat, Fe dan Al rendahtetapi kadar pasir & debu kuarsa (seskuoksida) dan mineral resisten lainnya tinggi serta berwarna terang.
4. Horison B adalah horison illuviasi yaitu horison akumulasi bahan eluvial dari horison diatasnya.
5. Horison C adalah lapisan yang bahan penyusunnya masih sama dengan bahan induk atau belum terjadi perubahan secara kimiawi.
6. R adalah bahan induk tanah.
Ada tiga istilah yang sering diutarakan dalam ilmu tanah, yaitu:
1. Solum tanah yaitu lapisan tanah yang meliputi horison: O – A – E – B.
2. Lapisan tanah atas (top soil) yaitu lapisan tanah yang meliputi horison:O – A.
3. Lapisan tanah bawah yaitu lapisan tanah yang meliputi horison: E – B.
Perlu dijelaskan bahwa tanah tidak selalu mempunyai susunan tanah seperti tersebut diatas. Horison O hanya terdapat pada tanah hutan yang belum digunakan untuk usaha pertanian. Banyak tanah yang tidak mempunyai horison A2 karena tidak terjadi proses pencucian dalam proses pembentukan tanah tersebut. Di samping itu ada juga tanah yang hanya mempunyai horison A dan C saja karena prosese pembentuikan tanahnya baru pada tingkat permulaan.
Bedasarkan pengamatan yang kami lakukan, menghasilkan profil yang berbeda-beda. Contohnya :
Tanah Ultisol : Profil dan strukturnya 1, f, Cf
Tanah Fertisol : Profil dan strukturnya 2, F, P, ab
Tanah Andisol : Profil dan strukturnya 1, Vf, ab
Tanah Inceptisol : Profil dan strukturnya 1, Vf, Cf
Tanah Entisol : Profil dan strukturnya 1, F, Cr
Hal itulah yang menyebabkan bermacam ragam profil dan struktur tanah.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Dalam pertanian, tanah diartikan lebih khusus yaitu sebagai media tumbuhnya tanaman darat. Tanah berasal dari hasil pelapukan batuan bercampur dengan sisa-sisa bahan organic dari organisme (vegetasi dan hewan) yang hidup di atasnya atau di dalamnya. Selain itu di dalam tanah terdapat pula udara dan air.
3. Tanah kering udara adalah tanah yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
Berdasarkan data dalam penetapan kadar air tanah kering udara, tanah Andisol lebih mampu menyerap air dibandingkan tanah inceptisol , hal ini terbukti dari % kadar air tanah andisol lebih besar dari pada tanah inceptisol dan Kadar air tanah andisol lebih besar dari kadar air tanh Inceptisol dan kapasitas lapang tanah andisol lebih besar dari tanah inceptisol.
3. Tanah andisol memiliki warna tanah dark yellow brown dan tanah inceptisol memiliki warna tanah pinkish gray.
3. Tanah andisol memiliki tekstur tanah lempung berpasir sedangkan tanah inceptisol memiliki tekstur lempung berliat.

B. Saran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: