menghitung determinan dengan kalkulator

August 23, 2009

Cara mengitung determinan matriks dengan menggunakan kalkulator, salah satunya menggunakan Casio fx – 82 MS, namun pada hakikatnya semua tipe mempunyai cara penggunaan sama ,

Untuk mengitung matriks :

1)Langkah pertama adalah menghitung seperti manual, dengan menjadikan seperti

Kemudian, gunakan kalkulator,
Untuk bilangan – bilangan berdiagonal yang arahnya kekanan (warna merah) dan menurun, mempunyai nilai positif,
(3 x 3 x 1) + (1 x 4 x 2) + (2 x 4 x 4)

Bilangan – bilangan berdiagonal yang arahnya ke kanan atas dari kolom ke-3, yaitu angka 2, memiliki nilai perkalian masing – masing negatif,
((-1)(2 x 3 x 2)) + ((-1)(4 x 4 x 3)) + ((-1)(1 x 4 x 1))

2)Gunakan kalkulator untuk menghitung perkalian tsb,
a)Sebelumnya, ubah modenya menjadi standar deviasi, dengan cara,
Ketik “MODE”, lalu akan muncul pada layar

Pilih “SD” dengan cara menekan tombol “2” pada kalkulator.

“Comp” adalah model untuk perhitungan sederhana
“SD” untuk standar deviasi atau dalam penggunaan perhitungan Statistik
“REG” untuk perhitungan Regresi, baik Linear maupun lainnya.

b)Pertama – tama, hitung dan simpan matriks yang positif, yaitu (3 x 3 x 1) + (1 x 4 x 2) + (2 x 4 x 4)
c)Ketik : ‘3 x 3 x 1’, lalu tekan tombol “=”
d)Lalu setelah dapat hasilnya, tekan tombol “M+”
e)Ketik lagi ‘1 x 4 x 2’, sama seperti cara c dan d
f)Apabila seluruh matriks positif telah dihitung dan disimpan pada memori kalkulator, lanjutkan dengan matriks negatif
g)Sama seperti cara b – e, tetapi ubah salah satu angka menjadi minus, ‘2 x 3 x 2’, ubah angka 2 menjadi -2 atau angka lainnya. Agar memenuhi syarat.
h)Lalu tekan “=”, kemudian tekan lagi “M+”
i)Untuk matriks selanjutnya ikuti langkah g dan h
j)Sebelum menghitung jumlahnya, cek dulu, apakan jumlah “n” sesuai, yaitu n = 6, dengan cara tekan “SHIFT” lalu tekan angka “1” , akan tampil pada layar,

Tekan tombol “3” pada kalkulator untuk melihat berapa “n” yang telah dihitung
Tekan tombol “2” untuk ,menghitung jumlah
Tekan tombol “1” untuk menghitung jumlah kuadrat

Apabila telah memilih saah satu opsi di atas dan ingin memilih opsi lagi, dapat mengulangi dengan “SHIFT” lalu tekan “1”, akan muncul tampilan itu lagi.

Jangan menghapus data sebelum perhitungan selesai,

k)Untuk menghapus data, dilakukan dengan cara :
Tekan “SHIFT” lalu “ MODE”, akan ada tampilan :

“Scl” untuk menghapus data yang ada dan untuk membuat data baru
“Mode” , menormalkan mode nya
“All” , menghapus seluruh perhitunganh

h

teknik dan sex

August 17, 2009

Teknik Perlambat Ejakulasi

CEPATNYA air mani keluar saat ejakulasi bisa jadi membuat para pria kerapkali keki. Ada banyak penyebabnya, salah satunya tubuh yang kurang fit. Namun, jangan khawatir, beberapa hal ini mungkin bisa mengatasinya:

  1. Teknik penekanan (squeeze). Kadang teknik ini disebut cubitan. Dikembangkan oleh Masters dan Johnson. Penekanan dilakukan persis sama seperti namanya. Saat seorang pria merasa akan mencapai ejakulasi, ia atau pasangannya menekan atau mencubit dengan jari tangannya ujung penis pada tempat glans penis bersambungan dengan korpus penis dan menahan tekanan tersebut selama beberapa detik. Ia mungkin kehilangan sedikit ereksi, tetapi akan kembali lagi jika hubungan seksual dilanjutkan. Teknik ini dapat diulangi sebanyak yang diperlukan atau dikehendaki selama hubungan seksual.
  1. Tegangkan otot. Jika ejakulasi hampir terjadi, tegangkan otot pada pangkal penis. Setelah beberapa detik, kendurkan otot tersebut. Menegangkan dan mengendurkan otot ini dapat membantu memperlama hubungan seksual.
  1. Manipulasi manual. Anda atau pasangan dapat merangsang penis secara manual. Hentikan stimulasi jika ejakulasi hampir terjadi. Setelah beberapa detik, lakukan lagi. Dengan berlatih, Anda dapat belajar mempertahankan diri dalam tingkat rangsangan yang tinggi. Jika orgasme terjadi akan terasa lebih kuat.

Minum Kopi Bisa Mengurangi Sperma

PRIA yang menyimpan kebiasaan meminum kopi tampaknya sudah mulai waspada. Pasalnya, kopi memberikan kontribusi besar untuk mengurangi sperma kaum pria.

Menurut berita yang dilansir The Sun, majalah New Scientist merilis informasi bahwa zat kimia dalam kafein dapat mengurangi jumlah sperma. Zat dimaksud adalah phytoestrogen, yaitu zat kimia yang berasal dari tanaman. Untuk mencegah efek buruk dari kopi, maka konsumsi yang ditolerir tidak lebih dari 400 miligram kafein sehari.

Zat lainnya bernama isoflavon, pengganti hormon estrogen pada wanita, juga mengalami hal yang sama. Penelitian yang dilakukan pada lebih dari 300 wanita telah berhasil membuktikan mereka yang minum kopi lebih dari tiga cangkir sehari cenderung memiliki payudara lebih kecil dibanding yang minum kurang dari itu.

Namun, hasil yang lebih mengejutkan adalah mereka memiliki lebih sedikit risiko kanker payudara. Hasil ini didapat dari penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 14.500 wanita yang meminum lima cangkir kopi sehari. Sebanyak 50 persen di antaranya terkurangi risiko terhadap kanker payudara ketimbang wanita yang hanya minum kopi dua cangkir sehari.

Para peneliti juga menemukan efek yang sama pada minuman bir dan wine. Kajian di Negara Amerika Serikat sebelumnya menemukan fakta bahwa hanya minum kopi tiga cangkir sehari dapat memicu kerusakan pada sperma, keguguran, dan melahirkan anak cacat. Karena itu, ibu hamil sebaiknya minum kopi tidak lebih dari dua cangkir sehari.

Kafein yang terkandung dalam berbagai bahan makanan dan minuman di antaranya dark chocolate (50 mg per 25 gr batang cokelat hitam), Coca-Cola (40 mg per kaleng), kopi espresso (100-200mg, tergantung ukurannya), teh (50 mg per mug), dan kopi instan (75 mg per mug).

Hubungan Intim Idealnya 3 Kali Seminggu

Melakukan hubungan suami istri bagi pasangan suami istri (pasutri) yang ingin segera mempunyai momongan ternyata terdapat trik tersendiri. Kuncinya sering berhubungan dan selalu melakukannya dengan senang hati.

“Jangan ada paksaan,” kata Prof Dr dr Wahyuning Ramelan, SPaG (Spesialis Andrologi) Brawijaya Women & Children Hospital di Jakarta, Sabtu (13/12). Menurutnya, hubungan suami istri yang dilakukan dengan terpaksa akan menyebabkan produksi sperma maupun dan sel telur menjadi tidak baik. Kalau produksinya tidak baik akan memengaruhi proses reproduksi.

Selain itu, dr Ramelan juga menyebutkan bahwa hubungan suami istri sebaiknya dilakukan secara teratur. Setidaknya, pasutri melakukan hubungan minimal 3 kali dalam seminggu atau lebih. Jika hubungan tidak dilakukan secara intensif, maka kesempatan untuk memperoleh masa subur istri menjadi berkurang. “Semakin sering semakin baik karena bisa memperoleh masa subur istri,” tutur dr Ramelan.

Sementara itu, Prof Dr dr Med Ali Baziad, SPOG yang juga dari Brawijaya Women & Children Hospital mengatakan, faktor utama penyebab sulitnya memiliki momongan berasal dari perempuan. Sebabnya, besar kemungkinan produksi sel telur yang kurang baik, hormon, dan siklus masa subur perempuan yang sering kali berubah.

Di samping itu, faktor usia juga memiliki andil dalam proses reproduksi. Menurut dr Ali, semakin tua usia seseorang, maka tubuh akan semakin mengalami perubahan dan mutasi. Hal ini berarti mekanisme perbaikan dalam tubuh juga semakin berkurang dan memengaruhi tingkat kesuburan baik perempuan maupun pria.

“Semakin tua semakin sulit, dan kemungkinan risiko melahirkan anak dengan kelainan semakin besar,” ujarnya. Saat ini terdapat sekitar 11-15 pasutri sulit mendapatkan anak.

Ejakulasi Bikin Pria Berumur Pendek?

SELAMA hidupnya seorang pria rata-rata melakukan ejakulasi sebanyak 5.000 kali. “Bila setiap ejakulasi mengeluarkan 200 juta sperma, diperkirakan selama hidupnya ia menghasilkan 1 triliun sperma,” ungkap Dr Ferryal Loetan, ASC&T, Sp.RM, MKes.

Air mani atau semen yang dikeluarkan saat ejakulasi itu berisi vitamin, mineral, protein, dan kalori yang dibutuhkan sperma agar tetap gesit berenang melewati vagina untuk membuahi sel telur. “Sel prostat pada pria juga menghasilkan zat alkalin yang tugasnya menjaga supaya sperma bisa tetap hidup melewati vagina yang sifatnya asam,” kata konsultan seks yang sering tampil di Lativi ini.

Gara-gara urusan ejakulasi ini, usia harapan hidup pria jadi lebih pendek enam tahun dibandingkan dengan perempuan. “Sehabis ejakulasi, pria selalu kelelahan. Pasalnya, air mani yang jumlahnya sekitar 5 ml setiap ejakulasi itu mengandung zinc, selenium, protein, vitamin A, C, E, dan gula.

Terbuangnya berbagai zat gizi itu lewat ejakulasi menimbulkan rasa lelah, lemas, dan lapar berkepanjangan. Dilaporkan, energi yang terbuang saat berhubungan seks adalah sebesar 36 kalori atau setara dengan berlari sepanjang 1,5 km,” ujar Dr Loetan saat berbicara di peluncuran produk NuMEN Z.

Telur setengah matang dan susu telur madu jahe (STMJ) tampaknya menjadi pilihan yang pas untuk isi ulang zat-zat gizi yang dibuang tadi. “Telur memang mengandung banyak protein dan di dalamnya terdapat zat gizi seperti yang dibuang saat ejakulasi. Bila ingin mendapatkan semua zat gizi dalam telur, cara makannya harus dalam keadaan mentah. Pemanasan dapat mengurangi nilai gizinya,” kata Diah Kusuma Dewi, S.Si, Apt, dari farmakolog dari PT Navita Inti Prima.

Namun, kebiasaan mengasup telur setengah matang, apalagi yang berlebihan, bisa menyebabkan efek samping tak menyenangkan. Kadar kolesterol tinggi dalam telur bisa menyebabkan hiperkolesterol atau kolesterol berlebih. Kandungan avidin dalam telur juga bisa menimbulkan kebotakan. Kebiasaan makan telur mentah juga bisa menyebabkan penyakit tifus karena kulit telur mentah merupakan sarang kuman Salmonella.

Semakin sering melakukan ejakulasi, kata Dr Loetan, air mani akan semakin encer. “Jumlah air mani yang ideal adalah sebesar satu sendok makan. Kuantitas dan kualitasnya amat ditentukan oleh kualitas makanan yang diasup. Tentu harus mengasup gizi seimbang, gaya hidup yang sehat tanpa rokok dan alkohol, apalagi narkoba. Kemudian tidur cukup, rajin berolahraga, dan menghindari polusi,” paparnya.

pertanian berkelanjutan

August 17, 2009

Definisi komprehensif bagi pertanian berkelanjutan meliputi komponen-komponen fisik, biologi dan sosioekonomi, yang direpresentasikan dengan sistem pertanian yang melaksanakan pengurangan input bahan-bahan kimia dibandingkan pada sistem pertanian tradisional, erosi tanah terkendali, dan pengendalian gulma, memiliki efisiensi kegiatan pertanian (on-farm) dan bahan-bahan input maksimum, pemeliharaan kesuburan tanah dengan menambahkan nutrisi tanaman, dan penggunaan dasar-dasar biologi pada pelaksanaan pertanian.

Salah satu pendekatan pertanian berkelanjutan adalah input minimal (low input) secara khusus ditulis oleh Franklin H. King dalam bukunya Farmers of Forty Centuries. King membandingkan penggunaan input minimal dan pendekatan berkelanjutan pada pertanian daratan Timur (oriental) dengan apa yang dia lihat sebagai kesalahan metoda yang digunakan petani Amerika. Gagasan King adalah bahwa sistem pertanian memiliki kapasitas internal yang besar untuk melakukan regenerasi dengan menggunakan sumberdaya-sumberdaya internal.

Baru-baru ini, Undang-undang Produktivitas Pertanian Amerika, yang merupakan bagian dari Undang-undang Keamanan Pangan 1985, menyediakan kewenangan untuk melaksanakan program riset dan pendidikan pada sistem pertanian alternatif -yang kemudian dikenal sebagai pertanian berkelanjutan dengan input minimal (Low Input Sustainable Agriculture (LISA)). Pada bulan Desember 1987, Kongres Amerika menyetujui US $ 3,9 juta untuk memulai pekerjaan tersebut atas dasar undang-undang Keamanan Pangan. Undang-undang tersebut memberikan mandat untuk melakukan investigasi ilmiah pada

a)      peningkatan produktivitas pertanian,

b)      produktivitas lahan sentra produksi,

c)      mengurangi erosi tanah, kehilangan air dan nutrisi, dan

d)     melakukan konservasi sumberdaya natural dan energi.

Petani Amerika saat ini sedang mencari sumberdaya yang efisien, biaya lebih rendah, dan sistem-sistem produksi yang lebih menguntungkan. Siapapun yang bergerak di bidang pertanian seharusnya berbagi kepedulian yang lebih luas pada masyarakat dalam mendukung lingkungan yang bersih dan nyaman. Selama sepuluh tahun terakhir, telah terjadi paradigma yang mengangkat masyarakat pertanian dari kondisi yang mengharuskan produktivitas lebih tinggi menuju suatu kondisi masyarakat yang peduli pada keberlanjutan. Hal ini dirasakan sebagai suatu kesalahan bahwa produktivitas yang tinggi dari kegiatan pertanian konvensional telah menimbulkan biaya kerusakan yang cukup siginifikan terhadap lingkungan alam dan disrupsi masalah sosial.

Dalam usaha mengalihkan konsekuensi-konsekuensi negatif pertanian konvensional, beberapa format sistem pertanian berkelanjutan yang berbeda telah direkomendasikan sebagai alternatif-alternatif untuk mencapai tujuan sistem produksi pertanian yang dapat menguntungkan secara ekonomi dan aman secara lingkungan. Kepentingan dalam sistem pertanian alternatif ini sering dimotivasi dengan suatu keinginan untuk menurunkan tingkat kesehatan lingkungan dan kerusakan lingkungan dan sebuah komitmen terhadap manajemen sumberdaya alam yang berkeadilan. Tetapi kriteria yang paling penting untuk kebanyakan petani dalam mempertimbangkan suatu perubahan usaha tani adalah keingingan memperoleh hasil yang layak secara ekonomi. Adopsi terhadap metode pertanian alternatif yang lebih lebar ini membutuhkan bahwa metode tersebut sedikitnya sama kualitasnya dalam memperoleh keuntungan dengan metode konvensional atau memiliki keuntungan-keuntungan non-keuangan yang signifikan, seperti sebagai usaha menjaga penurunan kualitas sumberdaya air dan tanah secara cepat.

Riset dan pendidikan bergerak terbatas diantara para peneliti atau mahasiswa. Sebagaimana seorang mahasiswa menjadi lebih baik diberikan pendidikan mengenai pengetahuan praktis pertanian berkelanjutan, lebih memiliki minat dan dana akan ditingkatkan untuk mendukung riset selanjutnya. Jaminan peneliti dan ketersediaan dana penelitian ini akan lebih memberikan harapan untuk meningkatkan minat pada pendidikan yang memandu riset selanjutnya secara umum. Pooling pendapat yang dilakukan mahasiswa di sejumlah fakultas seluruh Amerika menunjukkan ketertarikan pada pertanian berkelanjutan. Kebanyakan mereka mempertanyakan masalah-masalah pertanian berkelanjutan sebagai sebuah pemikiran yang tidak dapat diadopsi dalam program agroekologi. Mereka memberikan komentar bahwa penurunan dampak lingkungan akibat usaha pertanian berkelanjutan sebagai sebuah keuntungan yang besar dari meninggalkan usaha pertanian konvensional. Lebih banyak riset yang dilakukan pada pertanian berkelanjutan ini, program-program pendidikan yang lebih baik akan dapat dilaksanakan di wilayah ini.

Ketika perubahan dari kegiatan pertanian konvensional ke pertanian berkelanjutan dilaksanakan, perubahan sosial dan struktur ekonomi juga akan terjadi. Pada saat input menurun, terdapat hubungan yang menurun pula pada hubungan kerja terhadap mereka yang selama ini terlibat dan mendapatkan manfaat dari pertanian konvensional. Hasilnya adalah terdapat banyak kemungkinan yang dapat ditemukan yaitu meningkatnya kualitas hidup, dan peningkatan kegiatan pertanian mereka. Dalam mengadopsi input minimal (low input) sistem-sistem berkelanjutan dapat menunjukkan penurunan potensial fungsi-fungsi eksternal atau konsekuensi-konsekuensi negatif dari jebakan sosial pada masyarakat. Petani sering terperangkap dalam perangkap sosial tersebut sebab insentif-insentif yang mereka terima dari kegiatan produksi saat ini.

mr big, god bless, power metal chord

July 1, 2009

GOD BLESS – KEHIDUPAN
Em
Ku kejar prestasi itu
Em
Seribu langkah ku paci
Em
(Cepat lari) ya aku lari…
Em
(Cepat lari)

Em
Tunggu ku tarik nafasku
Em
Ku basuh dulu wajah ini
Em
(Ayo lari) hei hei tunggu dulu
Em
(Ayo lari)

C            D   Em
Tak dapatkah sejenak
C          D   Em
Hentikan ambisimu
Am
Lihatlah peluhku
Bm
Tengoklah hatiku

Int: Em

Em
Seribu satu problema
Em
Menyesak di dalam dada
Em
(Apa itu) susu anakku
Em
(Apa itu)

Em
Tak kau hiraukan mereka
Em
Walau mereka… walau… walau… walau…
Em
(Walau apa) walaupun lapaar
Em
(Walau apa)

C         D    Em
Masih aku bertahan
C         D    Em
Walau aku paksakan
Am
Sampai batas waktu
Bm
Keadilan datang…

C D      G B        C D       G B
Oh… pikirkan… renungkan… pikirkan…
C              D          Em
Bilakah mereka semua kau pikirkan

Int: Em
Am D G C D/F# B
Am D G C B
C5 A5 D5 B5 C5… A5
Em…

Em
Tak kau hiraukan mereka
Em
Walau mereka… walau… walau… walau…
Em
(Walau apa) walau ku lapaar
Em
(Walau apa)

E B        C#m B      A B
Pikirkan… renungkan… pikirkan…
E B        C#m B
Pikirkan… renungkan…
C              D
bilakah mereka semua kau pikirkan…

Coda: Em B C Am E

GOD BLESS – MUSISI

E5                      D5      A5
getar jiwa kuungkapkan ke dalam nada
C5       D5      E5
ooh.. tercipta lagu
E5                  D5      A5
Kutuliskan kata hati ke dalam bait
C5       D5      E5
ooh..tercipta lirik

G5 A5 D5       C5        D5      A5
Berkisah..nada riang dan nada sendu
G5 A5 D5      C5       B5    E5
Curahan desah kalbu di kala itu

E5               D5      A5
Pada gitar kupetikkan nada indah
C5     D5       E5
ooh..damai di hati
E5                   D5     A5
Dan kutuangkan bisik hati dalam kata
C5      D5     E5
ooh.. cerita jiwa

G5 A5 D5        C5        D5      A5
Hamparan..kisah hidup dan perih rasa..
G5 A5 D5      C5      B5      E5
Alunan..getar jiwa ke ujung jari

[interlude] Am F D A# B E 2x
F G F G F G F G Am
Am C
Am… Am C
A5 G5 F5 G5 A5 G5 F5 C5
D5 A#5 F5 C5
A#5 F5 C5 G5
A5
B5 C5 A5 F#5, B5 A5 C5 D5 E5

E5               D5    A5
Dalam musik kutuangkan sanubari
C5     D5      E5
ooh..luapan kalbu
E5                   D5       A5
Semua kata hati tertuangkan dalam lirik
C5    D5      E5
ooh..alunan kisah

G5 A5 D5          C5     D5      A5
Dengarlah.. ketuk nada dalam birama
G5 A5 D5      C5     B5     E5
Inilah..Getar jiwa bagi musisi….

[interlude] Em…
C5 C5 D5 D5
B5 C5 A5 F#5 4x B5
E…

POWER METAL – Timur tragedi

Em C 2x
Em C Am Em

Em
bila laut tak pasang terkendali
Em
tsunami datang menyapu bersih
Em
bila tanah mulai memecah belah
Em
hempaskan milik seluruh kota

Am            D
seisi negri jadilah hamparan
G                 C
tersisa hanya puing kehancuran
Am               D      Em
banyak jiwa tertimbun mati

Am              D
sanak saudara hilang entah kemana
G               C
tanah menjadi lautan darah
Am               A#        B
yang terdengar jerit merintih

Em
lihat mereka, mereka berkata
Em
korban dari mengganasnya alam
Em
gedung-gedung jadi urugan tanah
Em
sawah ladang rusak berantakan

Em         C
timur tragedi,
D
engkau membabi buta
Em
binasakan harta dan benda

Em         C
timur tragedi,
D
apa engkau pertanda
Em
terkadang alam berani murka

Int. Em D# D C G 2x
Am D G C Am D Em
Am D G C Am A# B

Em C D Em 2x
Em…

Semut hitam

[intro] C F C F
C…

C5
semut-semut hitam yang berjalan
melintasi segala rintangan
C5
satu semboyan di dalam tujuan
cari makan lalu pulang

Am    A#               Am
yo.. ikut langkah yang terdepan
Am    A#          Am
yo.. ikut ke kiri ke kanan

G
semut-semut seirama
G
semut-semut yang senada
G
nyanyikan hymne bersama
G
makan ! makan ! makan !

reff:
C5
semut hitam 2x
Am     A#
ooo…
maju jalan ….

[int.] C

C5
semut-semut bagai sisa-sisa
toleransi peradaban dunia
C5
sementara yang katanya manusia
makhluk paling bijaksana

Am      A#         Am
oh .. halalkan segala cara
Am      A#        Am
oh .. menipu soal biasa

G
semut-semut menyaksikan
G
semut-semut mendengarkan
G
teriakan jerit makian
G
gila ! gila ! gila !

[int.] C5… Am A# C
C5… Am A#  D#5 D5 C5 A#5 A5 A#5 C5
C5 F5 C5 F5
C5 C5 F5 G#5 A#5 C5
C5 F5 G#5 A#5 C5…

C A#       F  G#
maju jalan kiri kanan…
C D#       G#  C#
maju jalan kiri kanan…

D#5 C#5 C5 A#5 G5 A#5 D5 C5, C…

GOD BLESS – RUMAH KITA

C
Hanya bilik bambu
F
Tempat tinggal kita
C                G
Tanpa hiasan tanpa lukisan
Am
Beratap jerami
G#
Beralaskan tanah
C                     G
Namun semua itu punya kita
C                      G  F    C
Memang semua ini milik kita sendiri …

C
Hanya alang-alang
F
Pagar rumah kita
C
Tanpa anyelir
G
Tanpa melati
Am
Hanya bunga bakung
G#
Tumbuh di halaman
C                     G
Namun semua itu punya kita
C                     G
Memang semua itu milik kita

reff :
C     F        G
Lebih baik disini
C     F         G
Rumah kita sendiri
C    F            G
Segala nikmat dan anugerah
Em   Am
Yang Kuasa
F               C
Semuanya .. ada disini
F       C
Rumah kita …

Int. (versi Indonesian voice)
D# F C D# F C
D# F G# A# G
C A# G

Int. (versi original Godbless)
A D E 4x

F    C
Haruskah ..
G
kita beranjak ke kota
F      C          G     A
yang penuh dengan tanya …

(Reff II : versi Indonesian Voice)
D     G        A
Lebih baik disini
D     G         A
Rumah kita sendiri
D    G            A
Segala nikmat dan anugerah
F#m   Bm
Yang Kuasa
G               D
Semuanya .. ada disini
G       D
Rumah kita …

(Reff II : versi original Godbless)
A     D        E
Lebih baik disini
A     D         E
Rumah kita sendiri
A    D            E
Segala nikmat dan anugerah
C#m   F#m
Yang Kuasa
D               A
Semuanya .. ada disini
G       D
Rumah kita …

MR BIG – SHINE

C                G
I never really feel quite right
A                     F                            C
I don’t know why, all I know is there’s something wrong
G                    F
Every time I look at you, you seem so alive

C                   G              Am
Tell me how do you do it, walk me through it
F
I’m following every footstep
C                         G
Baby on your own you take a cautious step
F
Do you wanna give it up?
C      G
But all I want is for you to SHIIIIIIINE
C          F
Shine down on me
C            G                  F
Shine on this life that’s burning out

C               G                     A
I say a lot of things sometimes that don’t come out right
F                     C
And I act like I don’t know why
G                     F             C
I guess a reaction is all I was looking for
G                      Am                     F
You looked through me, you really knew me like no one has EVER looked before
C                            G
Baby on your own you take a cautious step
Am
Do you wanna give it up?
F                    C     G
But all I want is for you to SHIIIIIINE
C         G
Shine down on me
C             G                   F
Shine on this life that’s burning out

I know, I know, girl you got something

C  G
SHINE (shine it on to me)
C           F
Shine down on me (I wanna feel it)
C             G                    F
Shine on this life that’s burning out

Baby on your own you take a cautious step
Do you wanna give it up?

(KEEP THE SONG WITH THE SEEM CHORDS) ITS  WITH A SLOW RITHM DON’T TRY TO DO IT FAST AND
CRAZY JUST FOCUS ON THE CHANGES

But all I want is for you to SHINE
Shine down on me (just show me something)
Shine on this life that’s burning out (you give me something that I never
know)

Shine (it gonna kill me if you give something away)
Shine yeaaah (I wanna know what’s going in on your mind)
Shine on this life that’s burning out

silsilah/ survey

May 19, 2009

LAPORAN PRAKTIKUM
GENETIKA TUMBUHAN

ACARA V
SILSILAH/ SURVEY

Oleh :
Nama : Dimas Rahardi
NIM : A1L008139
Rombongan : 3

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2009
ACARA V. SILSILAH/ SURVEY

Tanggal praktikum : 13 Mei 2009
Nama : Dimas Rahardi
NIM : A1L008139
Nama Partner : dymbronk
Rahardi
dym
Rombongan : 3
Asisten :

I. PEBDAHULUAN
A. Latar Belakang
Adanya sifat – sifat yang ada pada tetua, menjadikan keturunannya memiliki sifat – sifat itu. Namun pada keturunannya merupakan perpaduan dari dua sifat yang berbeda. Adanya perkawinan membuat keanekaragaman tiap generasi.
Pada praktikum ini, yang pertama dilakukan adalah survey tentang adanya gen botak pada seseorang. Menurut teori, sifat botak merupak sifat yang akan terus menurun dari generasi ke genarasi. Kebotakan dapat terjadi secara keseluruhan pada kepala atau juga hanya bagian tertentu saja yang botak. Namun bagaimana pun kedua hal tersebut merupakan sifat botak yang menurut teori adakn diwariskan pada generasi selanjutnya.
Hal yang kedua akan disurvei adalah mengenai pewarisan golongan darah. Setiap perpaduan antara dua individu akan menghasilkan keturunan yang memiliki golongan darah yang sama atau perpaduan keduanya. Golongan darah yang dikenal saat ini adalah A, B, AB, dan O.

B. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah :
1. Untuk mengetahui sifat – sifat pewarisan dari tetua terhadap keturunannya.
2. Untuk mengetahui pewarisan gololngan darah.

II. TINJAUAN PUSTAKA
Penentuan seks pada makhluk hidup ditentukan oleh kromosom seksnya. Terdapat beberapa macam cara yang digunakan untuk menentukan jenis kelamin makhluk hidup berdasarkan kromosom seksnya. Contohnya, pada belalang menggunakan sistem X-0 (22 + X Jantan; 22 + XX Betina), pada ayam sistem Z-W (76 + ZZ Jantan; 76 + ZW Betina), dan pada lebah sistem haplo-diploid ( haploid Jantan, diploid Betina). Sedangkan pada manusia, sistem yang digunakan adalah X-Y. Betina normal akan dihasilkan jika kromosom seksnya XX dan jantan normal jika kromosom seksnya XY. Tanda-tanda jenis kelamin manusia secara anatomi baru akan mulai terlihat pada umur embrio sekitar dua bulan, karena sebelum waktu itu, bentuk gonadnya cenderung sama dan masih bisa berubah menjadi ovarium atau testis, terkandung pada kondisi hormon di tubuh embrio tersebut. (Anonim.2009)
Bonn, Jerman (ANTARA News/dpa) – Para ilmuwan menyatakan mereka pada akhirnya telah menemukan gen yang menyebabkan sejumlah pria mengalami kebotakan secara dini seperti ayah mereka. Tim yang sama menemukan gen kebotakan tiga tahun lalu yang hanya dapat diturunkan pada wanita kepada putranya, yang memberikan penjelasan mengapa kebotakan pada sejumlah pria mirip dengan kakek mereka dari pihak ibu. Kini para pakar genetika di dua universitas Jerman, Universitas Bonn dan Universitas Dusseldorf, telah membidik dengan tepat pada gen yang dapat diturunkan baik oleh ayah maupun ibu kepada putra mereka. Dengan demikian jelas sudah mengapa sering dijumpai kemiripan antara ayah dan anak dalam masalah ketipisan rambut mereka. Sekelompok ilmuwan Inggris pada waktu yang hampir bersamaan menemukan gen tersebut. Kedua penemuan disiarkan bersama dalam edisi online Nature Genetics, Minggu. Tim Bonn yang dipimpin Axel Hilmer mengkaji lebih dari 500.000 pembawa tanda genetik ketika mereka memburu sifat yang khas pada pria yang mengalami kebotakan pada umur setengah baya atau lebih dini lagi. (Anonim, 2009)

III. BAHAN dan ALAT
A. Bahan
6 keping uang logam

B. Alat
1. Pensil
2. Penggaris
3. Kalkulator
4. Kalkulator

IV. PROSEDUR KERJA
1. Satu keeping mata uang logam dilempar ke atas, lalu dicatat hasilnya (angka atau gambar). Pelemparan dilakukan 50x dan 100x. analisa hasilnya dengan uji Chi Square.
2. Lakukan hal yang sama untuk kasus 2 keping unag logam yang dilempar sekaligus serta kasus 3 keping uang yang dilempar sekaligus.
3. semua data dicatatpada lembar pengamatan yang akan disediakan pada saat pelaksanaan praktikum, sedangkan hasil analisa dapat ditulis pada lem yang tersedia dalam diktat

V. HASIL PENGAMATAN
A. Pewarisan Sifat Botak

B. Pewarisan Golongan Darah

VI. PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian yang dilakukan, munculnya generasi kepala botak pada keluarga Pak Suyud adalah 4 orang dalam 3 generasi. Awalnya orang tua laki – laki pak suyud memang botak, selanjutnya pak suyud dan saudara kandungnya ada satu yang botak dari 9 bersaudara, serta anaknya pak suyud juga ada satu yang botak dari 5 bersaudara.
Kebotakan dapat disebabkan faktor eksternal seperti makanan dan gangguan penyakit pada kulit kepala. Namun dapat juga disebabkan oleh faktor genetik. Gen pembawa sifat botak adalah salah satu contoh gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Gen adalah faktor penentu yang menentukan sifat-sifat fisik makhluk hidup. Gen diturunkan oleh orang tua kepada anaknya. Pada kasus kepala botak, gen yang membawa sifat kepala botak ekspresinya dipengaruhi oleh jenis kelamin. Artinya orang yang membawa gen kepala botak tidak dengan sendirinya menjadi botak – tergantung jenis kelaminnya. Kepala botak pada perempuan hanya terjadi bila si perempuan memiliki sepasang gen kepala botak yang didapat dari ayah dan ibunya. Sedangkan pada laki-laki akan botak cukup dengan satu gen saja. Genotip adalah sifat dasar pada individu yang tidak tampak dan tidak berubah-ubah karena faktor lingkungan (misalnya gen kepala botak genotipnya adalah BB atau Bb). Fenotip adalah sifat keturunan yang dapat dilihat warna, bentuk dan ukurannya (misalnya seorang laki-laki dengan genotip Bb & BB memiliki fenotip kepala botak). Alel adalah anggota dari sepasang gen yang membawa sifat berlawanan. Misalnya alel B (huruf besar) memiliki pengaruh kepala botak, sedangkan alel b (huruf kecil) membawa sifat kepala normal. Maka B dan b adalah sepasang alel.

(J. Simmons & Snustad. 1991)
Gen kepala botak dipengaruhi oleh jenis kelamin. Seorang laki-laki yang memiliki pasangan gen BB dan Bb akan berkepala botak. Namun seorang perempuan baru akan botak bila memiliki pasangan gen BB. Jadi gen kepala botak (B) bersifat dominan pada laki-laki, sedangkan pada perempuan bersifat resesif (kalah dominan daripada gen b.
Seorang laki-laki botak dengan genotip Bb bila kawin dengan perempuan normal dengan genotip bb akan memiliki anak dengan peluang genotip Bb (50%) dan bb (50%), sehingga peluang anak laki-laki untuk botak adalah 50% dan anak perempuan botak 0 %. Peluang untuk kebotakan karena faktor genetik lebih besar pada laki-laki dibanding pada perempuan. (Suryo , 1992)

Pada percobaan pewarisan golongan darah, dari perkawinan antara tetua bergolongan darah O dan A, menghasilkan 9 keturunan yang salah satunya adalah golongan O, dan golongan darah O itu berpadu dengan keluarga lain dengan darah B, selanjutnya hasil perpaduan tersebut menghasilkan 3 keturunan dengan 2 golongan darah B dan 1 O.
Karl Landsteiner, seorang ilmuwan asal Austria yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam sistem ABO pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan sederhana ini pun dilakukan dengan mereaksikan sel darah merah dengan serum dari para donor.
Hasilnya adalah dua macam reaksi (menjadi dasar antigen A dan B, dikenal dengan golongan darah A dan B) dan satu macam tanpa reaksi (tidak memiliki antigen, dikenal dengan golongan darah O). Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O.
Kemudian Alfred Von Decastello dan Adriano Sturli yang masih kolega dari Landsteiner menemukan golongan darah AB pada tahun 1901. Pada golongan darah AB, kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah sedangkan pada serum tidak ditemukan antibodi. Dalam sistem ABO, golongan darah dibagi menjadi 4 golongan:
Golongan Sel Darah Merah Plasma
A Antigen A Antibodi A
B Antigen B Antibodi B
AB Antigen A & B Tidak ada antibodi
O Tidak ada antigen Antibodi Anti A & Anti B

( Anonim, 2008)
Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda.

Tabel distribusi golongan darah
Populasi O A B AB
Suku pribumi Amerika Selatan 100% – – -
Orang Vietnam 45.0% 21.4% 29.1% 4.5%
Suku Aborigin di Australia 44.4% 55.6% – -
Orang Jerman 42.8% 41.9% 11.0% 4.2%
Suku Bengalis 22.0% 24.0% 38.2% 15.7%
Suku Saami 18.2% 54.6% 4.8% 12.4%

Tabel pewarisan golongan darah kepada anak
Ibu/Ayah O A B AB
O O O, A O, B A, B
A O, A O, A O, A, B, AB A, B, AB
B O, B O,A,B,AB O,B A, B, AB
AB A, B A, B, AB A, B, AB A, B, AB

( Anonim, 2008)

VII. KESIMPULAN dan SARAN
A. Kesimpulan
1. Tetua yang memiliki suatu sifat tertentu yang diturunkan pada tetua sebelumnya, akan mewriskaknnya juga pada keturunannya. Contohnya adalah gejala kepala botak, yang merupakan sifat yang dipengaruhi kromosom seks yang menurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
2. Golongan darah suatu keturunan bergantung pada golongan darah tetua sebelumnya. Karena tetua merupakan perpaduan dari dua sifat beda atau satu sifat.

B. Saran
Dalam pelaksanaan praktikum harus dilakukan dengan cermat, teliti dan jangan tergesa-gesa supaya mendapatkan hasil yang memuaskan dan data dapat diterima atau signifikan

VIII. DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2008. Golongan Darah. http://www.medicastore.com. Diakses pada 16 Mei 2009 pukul 22.09
Anonim. 2009, Kromosom Seks. wordpress.com. diakses pada 16 Mei 2009 pukul 22. 15
Anonim, 2009. Pewarisan Sifat Botak. Indoforum.com. diakses pada 256 Mei 2009 pukul 21.45
J. Simmons & Snustad. 1991. Principles of Genetics VIII. John Willey & Sons. USA
Suryo, 1992 Genetika., Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

LAPORAN PRAKTIKUM
GENETIKA TUMBUHAN

ACARA V
SILSILAH/ SURVEY

Oleh :
Nama : Dimas Rahardi
NIM : A1L008139
Rombongan : 3

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2009
ACARA V. SILSILAH/ SURVEY

Tanggal praktikum : 13 Mei 2009
Nama : Dimas Rahardi
NIM : A1L008139
Nama Partner : dymbronk
Rahardi
dym

Rombongan : 3
Asisten :

laporan genetika tumbuhan – teori kemungkinan dan rasio genetik

May 10, 2009

  1. PEBDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Terbentuknya individu hasil perkawinan yang dapat dilihat dalam wujud fenotip, pada dasarnya hanya merupakan kemungkinan-kemungkinan pertemuan gamet jantan dan gamet betina. Keturunan hasil suatu perkawinan atau persilangan tidak dapat dipastikan begitu saja, melainkan hanya diduga berdasarkan peluang yang ada. Sehubungan dengan itu, peranan teori kemungkinan sangat penting dalam mempelajari genetika.

Untuk mengevaluasi suatu hipotesis genetik diperlukan suatu uji yang dapat mengubah deviasi – deviasi dari nilai – nilai yang diharapkan menjadi probabilitas dari ketidaksamaan demikian yang terjadi oleh peluang. Uji ini harus pula memperhatikan besarnya sampel dan jumlah peubah (derajat bebas).
Uji ini dikenal sebagai uji X2 (Chi Square Test). Dalam ilmu genetika, kemungkinan ikut mengambil peranan penting. Misalnya mengenai pemindahan gen-gen dari induk atau orang tua ke gamet-gamet, pembuahan sel telur oleh spermatozoon, berkumpulnya kembali gen-gen di dalam zigot sehingga dapat terjadi berbagai acam kombinasi.

Teori kemungkinan merupakan dasar untuk menentukan nisbah yang diharapkan dari tipe-tipe persilangan genotipe yang berbeda. Penggunaan teori ini memungkinkan kita untuk menduga kemungkinan diperolehnya suatu hasil tertentu dari persilangan tersebut. .
Metode chi-kuadrat adalah cara yang dapat kita pakai untuk membandingkan data percobaan yang diperoleh dari persilangan-persilangan dengan hasil yang diharapkan berdasarkan hipotesis secara teoritis. Dengan cara ini seorang ahli genetika dapat menentukan suatu nilai kemungkinan untuk menguji hipotesis itu.

  1. Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah :

    1. Membuat batasan kemungkinan dan menghitung kemungkinan terjadinya suatu peristiwa.

    2. Mempelajari kombinasi kemungkinan apabila suatu peristiwa tidak dapat

    3. terjadi bersama-sama (mutually exclusive) dan berdiri sendiri (independent).

    4. Menjelaskan metode chi-kuadrat dan peggunaanya. Menjelaskan dasar-dasar untuk menerima atau menolak hipotesis.

    5. Membicarakan penggunaan chi-kudrat untuk menguji homogenitas.

  1. TINJAUAN PUSTAKA

Teori kemungkinan merupakan dasr untuk menetukan nisbah yang diharapkan dari tioe – tioe persilangan genotip yang berbeda. Penggunaan teori 9n memungkinkan kita untuk menduga kemungkinan dioerolaehnya suatu hasil tertentu dari persilangan tersebut. (LV Crowder, 1988)

Dibandingkan dengan individu,  populasi merupakan unit studi yang lebih sesuai untuk mempelajari proses perhitungan variasi morfologfi dan frekuensi gen.  Keterikatan genetika pada proses evolusi sangat diperlukan untuk mempertimbangkan frekuensi alel pada populasi.  Hal tersebut menjadi latar belakang munculnya disiplin ilmu genetika populasi. (Pay, C. Anna. 1987)

Probabilitas atau istilah lainnya kemungkinan, kebolehjadian, peluang dan sebagaimya umumnya digunakan untuk menyatakan peristiwa yang belum dapat dipastikan. Dapat juga digunakan untuk menyatakan suatu pernyataan yang tidak diketahui akan kebenarannya, diduga berdasarkan prinsip teori peluang yang ada. Sehubungan dengan itu teori kemungkinan sangat penting dalam mempelajari genetika. Kemungkinan atas terjadinya sesuatu yang diinginkan ialah sama dengan perbandingan antara sesuatu yang diinginkan itu terhadap keseluruhannya (Suryo, 1984).

Kemungkinan peristiwa yang diharapkan ialah perbandingan dari peristiwa yang diharapkan itu dengan segala peristiwa yang mungkin terjadi terhadap suatu obyek (Yatim,1991).
Ada beberapa dasar – dasar teori kemungkinan, yaitu :

        1. Kemungkinan atas terjadinya sesuatu yang diinginkan ialah sama dengan perbandingan antara sesuatu yang diinginkan itu terhadap keseluruhannya.

        2. Kemungkinan terjadinya dua peristiwa atau lebih, yang masing – masing berdiri sendiri ialah sama dengan hasil perkalian dari besarnya kemungkinan untuk peristiwa – peristiwa itu.

        3. Kemungkinan terjadinya dua peristiwa atau lebih, yang saling mempengaruhi ialah sama dengan jumlah dari besarnya kemungkinan untuk peristiwa – peristiwa itu. (Pay, C. Anna. 1987)

Dalam ilmu genetika teori kemungkinan ikut berperan penting, misalnya mengenai pemindahan gen-gen dari induk/orang tua/parental ke gamet-gamet, pembuahan sel telur oleh spermatozoon, bekumpulnya kembali gen-gen di dalam zigot sehingga dapat terjadi berbagai macam kombinasi. Untuk mengevaluasi suatu hipotesis genetik diperlukan suatu uji yang dapat mengubah deviasi-deviasi dari nilai-nilai yang diharapkan menjadi probabilitas dan ketidaksaman demikian yang terjadi oleh peluang. Uji ini harus memperhatikan besarnya sampel dan jumlah peubah (derajad bebas). Uji ini dikennal sebagai uji X2 (Chi Square Test)

Metode ci square adalah cara yang dapat kita pakai untuk membanf=singkan data percobaan yang diperoleh dari persilangan – persilangan dengan hasil yang diharpkan berdasarjab hipotesis secara teoritis. Dengan cara ini seorang ahli genetika dapat menentukan satu nilaikemugkinan untuk menguji hipotesis itu.

(LV Crowder, 1988)

  1. BAHAN dan ALAT

  1. Bahan

6 keping uang logam

  1. Alat

1.Pensil
2.Penggaris
3.Kalkulator
4.Kalkulator

  1. PROSEDUR KERJA

  1. Satu keeping mata uang logam dilempar ke atas, lalu dicatat hasilnya (angka atau gambar). Pelemparan dilakukan 50x dan 100x. analisa hasilnya dengan uji Chi Square.

  2. Lakukan hal yang sama untuk kasus 2 keping unag logam yang dilempar sekaligus serta kasus 3 keping uang yang dilempar sekaligus.

  3. semua data dicatatpada lembar pengamatan yang akan disediakan pada saat pelaksanaan praktikum, sedangkan hasil analisa dapat ditulis pada lem yang tersedia dalam diktat

  1. HASIL PENGAMATAN

Satu (1) Keping, pebandingan 1 : 1, Xtabel = 3,84

    • 50 kali pelemparan

A

G

O

21

29

50

E

25

25

50

(O – E)│

4

4

8

(O – E)│- ½

3.5

3.5

7

(│(O – E)│- ½)²

12.25

12.25

24.5

(│(O – E)│- ½)²

E

0.49

0.49

0.98

0.49

0.49

0.98

Kesimpulan : X²hitung < X²tabel = 0.98 < 3.48, maka hipotesis diterima, perbandingan sesuai dengan 1 : 1

    • 100 kali pelemparan

A

G

O

56

44

100

E

50

50

100

(O – E)│

6

6

12

(O – E)│- ½

5.5

5.5

11

(│(O – E)│- ½)²

30.25

20.25

60.5

(│(O – E)│- ½)²

E

0.605

0.605

1.21

0.605

0.605

1.21

Kesimpulan : X²hitung < X²tabel = 1.21 < 3.48, maka hipotesis diterima, perbandingan sesuai dengan 1 : 1

2 keping, perbandingan 1 : 2 : 1, Xtabel = 5.99

  • 50 kali pelemparan

AA

AG

GG

O

15

24

11

50

E

12.5

25

12.5

50

(O – E)

2.5

-1

-1.5

0

(O – E)²

6.25

1

2.25

9.5

(│(O – E)│)²

E

0.5

0.04

0.18

0.72

0.5

0.04

0.18

0.72

Kesimpulan : X²hitung < X²tabel = 0,72 < 5.99, maka hipotesis diterima, perbandingan sesuai dengan 1 : 2 : 1

  • 100 kali pelemparan

AA

AG

GG

O

28

47

25

100

E

25

50

25

100

(O – E)

3

-3

0

0

(O – E)²

9

9

0

18

(│(O – E)│)²

E

0.36

0.18

0

0.54

0.36

0.18

0

0.54

Kesimpulan : X²hitung < X²tabel = 0,54 < 5.99, maka hipotesis diterima, perbandingan sesuai dengan 1 : 2 : 1

3 keping, perbandingan 1 : 3 : 3 : 1, X²tabel = 7.82

  • 50 kali pelemparan

AAA

AAG

AGG

GGG

O

10

15

17

8

50

E

6.25

18.75

18.75

6.25

50

(O – E)

3.75

-3.75

-1.75

1.75

0

(O – E)²

14.06

14.06

3.06

3.06

34.2

(│(O – E)│)²

E

2.25

0.75

0.16

0.49

3.65

2.25

0.75

0.16

0.49

3.65

Kesimpulan : X²hitung < X²tabel = 3.65 < 7.82, maka hipotesis diterima, perbandingan sesuai dengan 1 : 3 : 3 : 1

  • 100 kali pelemparan

AAA

AAG

AGG

GGG

O

16

40

30

14

100

E

12.5

37.5

37.5

12.5

100

(O – E)

3.5

2.5

-7.5

1.5

0

(O – E)²

12.25

6.25

56.25

2.25

77

(│(O – E)│)²

E

0.98

0.17

1.5

0.18

2.83

0.98

0.17

1.5

0.18

2.83

Kesimpulan : X²hitung < X²tabel = 2.83 < 7.82, maka hipotesis diterima, perbandingan sesuai dengan 1 : 3 : 3 : 1

  1. PEMBAHASAN

Suatu peristiwa terhenti kadang-kadang dapat diduga dengan kepastian. Misalnya, bila kita melakukan penyerbukan tanamna kapri, maka kita mengaharapkan memproleh biji kapri. Apabila seorang bertanya, “dapatakah diharapkan memanen biji jagung dari tanaman kapri?” maka akan dijawab, “tidak”, dalam hal ini kemungkinannya adalal 0 (nol). Apabila kita mengumpakan “p” adalah kemungkinan untuk menanam kapri, maka dapat dikatakan p = 1, karena peristiwa ini pasti. Jika “q” = 0. jadi p dan q adalah kemungkinan alternatifnya. (LV Crowder, 1988)

Biasanya nilai kemungkinan adalaj 5% dianggap sebagai garis batas antara menerima dan menolah hipotesis. Apabila nilai kemungkinan lebih besar dari 5%, penyimpangan dari nisbah harapan tidak nyata. Apabila nilai Chi square dibawah 5% maka dkatakan bahwa penyimpangan dari nisbah harapan nyata dan tidak terjadi kebetulan tetapi tidak ada faktor lainyang menyebabkan penyimpangan tersebut.

(LV Crowder, 1988)

Peristiwa saling asing (mutually exclusive) yaitu peristiwa yang tidak mungkin terjadi secara bersama-sama. Chi-kuadrat adalah uji nyata (goodness of fit) apakah data yang diperoleh benar menyimpang dari nisbah yang diharapkan, tidak secara kebetulan. Satu cara untuk mengadakan evaluasi itu ialah melakukan tes X2 (Bahasa inggrisnya: chi-square test). Sebenarnya itu bukan huruf X tetapi huruf yunani ”phi” (χ). Untuk mudahnya, huruf yunani itu lalu dianggap sebagai huruf X.

Tes X2 dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:
e= hasil yang diraal atau diharapkan
d= deviasi atau penyimpangan, yaitu seisih antara hasil yang diperoleh
Σ= sigma (jumlah)

Dari hasil pengamatan telah didapat data pada pelemparan satu, dua, dan tiga uang logam sebanyak 50x lemparan, didapat data yang signifikan karena pelemparan yang dilakukan sesuai dengan perbandingan. Begitu juga pada pelemparan satu uang logam yang dilakukan 100x lemparan, diperoleh data yang signifikan karena di dapat: X2hitung < X2tabel sehingga lemparan sesuai perbandingan A : G = 1 : 1, AA : AG : GG = 1 : 2 : 1, AAA : AAG : AGG : GGG = 1 : 3 : 3 : 1.
Dari keseluruhan percobaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa adanya keberhasilan dalam pengujian teori kemungkinan ini dengan menggunakan pelemparan mata uang, yang setelah dilakukan pelemparan kemudian diuji dengan menggunakan rumus Chi Square atau uji X2 . Dalam hal ini uji X2 memiliki peran atau fungsi untuk untuk mengetes apakah ratio fenotipe praktis dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan ratio fenotipe teoritis. Selain itu pelemparan homogen berfungsi memberikan peluang yang sama terhadap masing-masing sisi baik angka maupun gambar dalam masing-masing karakteristik yang diamati.

  1. KESIMPULAN dan SARAN

  1. Kesimpulan

        1. Probabilitas atau istilah lainnya kemungkinan, kebolehjadian, peluang dan sebagaimya umumnya digunakan untuk menyatakan peristiwa yang belum dapat dipastikan.

        2. Dalam praktikum ini menggunakan suatu uji yang dikenal dengan uji X2 dan memperhatikan besarnya sampel dan jumlah peubah.

        3. Teori kemungkinan banyak digunakan dalam ilmu Genetika.

  1. Saran

Dalam pelaksanaan praktikum harus dilakukan dengan cermat, teliti dan jangan tergesa-gesa supaya mendapatkan hasil yang memuaskan dan data dapat diterima atau signifikan

  1. DAFTAR PUSTAKA

Crowder, L.V. 1986. Genetika Tumbuhan, Edisi Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Dwijoseputro, D. 1977. Pengantar Genetika. Bharata:Jakarta.
Goodenough, U., 1978. Genetics. 2nd. Ed, Holt-Saunders, Japan Ltd., Tokyo.
Hadi, Sutrisno.1982. Metodology Research. Gadjah Mada University Press:
Yogyakarta.

Nurhadi, B. 1984. Genetika Dasar. Armico. Bandung
Pay, C. Anna. 1987. Dasar-dasar Genetika, Terjemahan oleh M. Affandi. Erlangga, Jakarta.

Suryo. 2004. Genetika. Gadjah Mada University:Yogyakarta.
Yatim, W. 1991. Genetika. Tarsito. Bandung

LAPORAN PRAKTIKUM

GENETIKA TUMBUHAN

ACARA 3

TEORI KEMUNGKINAN DAN PENGAJUAN TEORI GENETIK

Semester:

Genap 2008/2009


Oleh :

Nama : Dimas Rahardi

NIM : A1L008139

Rombongan :

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

UNVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS PERTANIAN

PURWOKERTO

2009

laporan tanah

May 1, 2009

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2009

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakanng
Diseluruh permukaan bumi terdapat aneka macam tanah, mulai dari yang paling gersang sampai yang paling subur, berwarna putih, merah, cokelat, kelabu, hitam, dengan berbagai ragam sifatnya.Untuk mempermudah mengenal masing-masing-masing jenis tanah serta kemampuannya dalam usaha mempelajari dan menggunakan tanah, maka perlu perlu masing-masing tanah diberi nama. Dengan demikian nama yang umumnya hanya terdiri atas satu atau dua kata berfungsi sebagai alat untuk mempersingkatketerangan mengenai sifat kemampuan suatu jenis tanah.
Seorang ahli menganggap bahwa tanah adalah bagian permukaan bumi yang lembek sehingga perlu dipasang batu-batu di permukaannya agar menjadi kuat. Dalam kehidupan sehari-hari tanah diartikan sebagai wilayah darat dimana di atasnya dapat digunakan untuk berbagai usah, misalnya pertanin, peternakan, mendirikan bangunan dan lain-lain.
Dalam pertanian, tanah diartikan lebih khusus yaitu sebagai media tumbuhnya tanaman darat. Tanah berasal dari hasil pelapukan batuan bercampur dengan sisa-sisa bahan organic dari organisme (vegetasi dan hewan) yang hidup di atasnya atau di dalamnya. Selain itu di dalam tanah terdapat pula udara dan air.
Air dalam tanah berasal dari air hujan yang ditahan oleh tanah sehingga tidak meresap ke tempat lain. Disamping percampuran bahan mineral dengan bahan organik, maka dalam proses pembetukan tanah terbentuk pola lapisan-lapisan tanah atau horizon-horison. Oleh karena itu dalam definisi ilmiahnya tanah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horison, terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organic, air dan udara, dan merupakan media untuk tumbuhnya tanaman.
Selain itu komponen tanah dipilahkan menjadi 3 fase penyusun tanah, yakni:
1. Fase padat : bahan mineral dan bahan organic.
2. Fase cair : lengas tanah dan air tanah; serta
3. Fase gas : udara tanah.
Ilmu yang mempelajari proses-proses pembentukan tanah beserta faktor-faktor pembentuknya, klasifikasi tananh, survai tanah, dan cara-cara pengamatan tanah dilapang disebut pedologi. Namun jika tanah dipelajari dalam hubungannya dengan pertumbuhan tanaman disebut edaphologi. Dalam hal ini dipelajari sifat-sifat tanah bagi pertumbuhan tanaman seperti pemupukan, pengapuran dan lain-lain. Dengan meningkatnya pengetahuan manusia tehadap tanah, maka ilmu tanah menjadi ilmu yang sangat luas, sehingga untuk dapat mempelajari dengan baik perlu pengelompokan lebih lanjut kedalam bidang-bidang yang lebih khusus.
Salah satu bidang khusus ilmu tanah adalah :
1. Fisika Tanah : Mempelajari sifat-sifat tanah seperti tekstur, struktur, konsistensi dan gerakanair dalam tanah.
2. Pengawetan Tanah dan Air : Mempelajari jenis dan proses-proses erosi, akibat erosi, usaha-usaha pencegahan erosi atau usaha pengawetan tanah dan air.
Pada praktium kali ini kita akan melakukan percobaan tentang penyiapan contoh tanah, penetapan kadar air tanah, pengamatan tanah dengan indra, dan pengenalan profil tanah.

B. Tujuan
Adapun tujuan praktikum adalah untuk mengetahui :
1. 1.menyiapkan contoh kering angina/udara dengan diameter 2mm dan contoh tanah halus(diameter 0,5 mm ).
2. Kadar air beberapa jenis tanah dalam keadaan kering angin, kapasitas lapang dan maksimum dengan metode gravimetric atau disebut berdasarkan % berat.
3. derajat kerut beberapa jenis tanah dan membandingkan besar derajat kerut antar jenis tanah.
4. warna dasar beberapa jenis tanah dengan menggunakan buku munsell soil color chart.
5. Menetapkan tekstur dan struktur dari beberapa jenis tanah.
6. Menetapkan konsistensi berbagai jenis tanah dalam keadaaan basah, lembab, dan kering.
7. pengenalan profil dari beberapa jenis tanah.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tanah adalah akumulasi tubuh alam bebas, menduduki sebagian besar permukaan planet bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula.
Syarat utama terbentuknya tanah ada dua yaitu :
A. Tersedianya bahan asal
B. Adanya faktor yang mempengaruhi bahan asal
Bahan awal tanah dalam istilah ilmu tanah dinamakan bahan induk. Bahan induk ada yang berwujud batuan, mineral-mineral dan zat organik. Adanyja korelasi antara zone iklim dan zone jenis tanah. Mudah dimengerti bahwa pada permukaan yang paling berpengaruh adalah bahan induk, makin lama tanah berkembang ikllim makin besar pengaruhnya dan makin bersifat dominasi terhadap faktor lainnya.
Pengambilan contoh tanah juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kebenaran hasil analisis sifat fisik dan sifat kimia tanah. Ada tiga cara pengambilan contoh tanah yaitu :
1) Contoh tanah utuh (undisturbed soil sampel), digunakan untuk penetapan berat jenis tanah, berat jenis partikel, porositas tanah, kurva pf, dan permeabilitas tanah.
2) Contoh tanah tidak utuh ( disturbed soil sampel), digunakan untuk penetapan kadar air tanah, tekstur tanah, konsistensi, warna, dan analisis kimia tanah.
3) Contoh tanah dengan agregat utuh (undisturbed soil agregate), digunakan untuk penetapan kemantapan agregat, pontesi mengembang dan mengkerut yang dinyatakan dengan nilai COLE (coofficient of linear extencibility). (penuntun dasar-dasar ilmutanah, 2009).
Berdasarkan gaya yang bekerja pada air tanah yaitu gaya adhesi, kohesi, dan gravitasi. Air higrokopis adalah air yang diadsorbsi oleh tanah dengan sangat kuat, sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Air kapiler merupakan air tanah yang ditahan akibat adanya gaya kohesi dan adhesi yang lebih kuat dibandingkan gaya gravitasi. Sedangkan air gravitasi adalh air yang tidak dapat ditahan oleh tanah, karena mudah meresap kebawah akibat adanya gaya gravitasi.
Secara fisik tanah mineral merupakan campuran dari bahan organik, bahan organik, udara, dan air. Bahan anorganik secara garis besar terdiri atas golongan fraksi tanah yaitu : paisr, debu, dan liat, masing-masing fraksi mempunyai ukuran dan sifat yang berbeda,. Tanah yang banyak nmengandung pasir akan mempunyai tekstur yang kasar, mudah untuk diolah, mudah merembeskan air dan disebut sebagai tanah ringan. Sebaliknya tanah yang banyak mengandung liat akan sulit meloloskan air, aerasi jelek, lengket dan sulit dalam pengolahannya sehingga disebut tanah berat.
Warna tanah merupakan ciri tanah yang paling jelas dan mudah ditentukan dilapang. Warna tanah mencerminkan beberapa sifat tanah. Kandungan bahan organik yang tinggi pada tanah akan menimbulkan warna lebih gelap. Tanah dengan drainase yang jelek atau sering jenuh air berwarna kelabu. Tanah yang mengalami dehidratasi senyawa besi akan berwarna merah.
Warana tanah itu amat dipengaruhi oleh kadar lengas didalam tanah. Tanah yang kering lebih muda warnanya daripada tanah basah. Ini disebabkan oleh karena bahan-bahan koloid kehilangan air. Selama tanah belum mencapai titik ubah, maka warna tanah masih tetap sama. Warna tanah basah itu lebih hidup dan juga pertentangan –pertentangan didalamnya adalah lebih tegas daripada didalam tanah kering.
Penetapan warna tanah digunakan Munsell Soil Colour Chart, yaitu :
1. Hue : Warna dominan sesuai dengan panjang gelombangnya.
2. Value : Merupakan kartu warna kearah vertikal yang menunjukkan warna tua dan muda atau hitam dan putih.
3. Chroma : Merupakan kartu warna yang disusun horizontal yang menunjukan Intensitas Cahaya.
Tekstur tanah merupakan perbandingan relatif antara fraksi pasir, debu, dan liat dalam suatu massa tanah (Dr. Nur hajati Hakim dkk, 1986).Tekstur penting dalam penentuan sifat fisika, kimia, dan fisika-kimia tanah. Ada 3 macam tekstur utama tanah, yaitu : tekstur pasir (sand), lempung (loam), dan liat (clay).
Struktur tanah adalah penyusunan partikel-partikel tanah primer (pasir, debu, dan liat) membentuk agregat tanah. Antara agregat yang satu dengan yang lainnya dibatasi oleh bidang belah secara alami. Pengamatan struktur tanah dilapang terdiri dari :
1. Pengamatan bentuk struktur /tipe struktur
2. Besarnya agregat tanah yang dinyatakan sebagai kelas struktur
3. Pengamatan kuat lemahnya agregat tanah yang terbentuk yang dinyatakan sebagai derajat struktur tanah.
Setiap tanah mempubyai sifat-sifat yang khas (setts of charasteristic) yang merupakan hasil kerja faktor-faktor pembentuk tanah.
Akibat bekerjanya faktor-faktor pembentuk tanah ini, maka setiap jenis tanah akan menampakkan profil yang beerbeda. Pengamatan profil meliputi :
1. Pengamatan dalam profil itu sendiri, dan
2. Pengamatan faktor sekeliling yang mempengaruhi proses pembentuk tanah.
Dan untuk mengenal suatu jenis tanah, dilakukan praktikum pengenalan profil dilapang. Profil tanah didefinisikan sebagai irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke bahan induk tanah. Profil tanah yang akan diamati ciri-cirinya harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Masih alami
2. Vertikal
3. Bidang profil tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung, dan setiap horison memiliki ciri morfologi, kimia dan fisika yang khas.

III. ALAT BAHAN DAN CARA KERJA
A. PENYIAPAN CONTOH TANAH
a. Alat :
Mortir dan penumbuknya
Saringan (2mm, 1mm, 0,5mm)
Tampir untuk peranginan
kantong plastik
spidol untuk menulis label
b. Bahan :
Contoh tanah terganggu yang diambil dari lapangan dan sudah dikeringkan selama kurang lebih satu minggu.
B. PENETAPAN KADAR AIR TANAH
1 Kadar Air Tanah Kering Angin (Udara)
a. Alat :
 Botol timbangan dan penutupnya
 Label
 Timbangan analitis
 Tang penjepit
 Oven
b. Bahan :
Tanah kering angin (2 mm){Inseptisol, Andisol, Ultisol, Fertisol, Entisol}
2. Kadar Air Kapasitas Lapang
a. Alat :
a Keranjang kuningan
b Label
c Bejana seng
d Timbangan
e Pipet ukur 2 mm
b. Bahan :
Tanah kering angin (2 mm){Inseptisol, Andisol, Ultisol, Fertisol, Entisol}.

C. DERAJAT KERUT TANAH
1. Alat :
1) Botol semprot
2) Cawan porselen
3) Colet
4) Cawan dakhil
5) Jangka sorong
6) Serbet/lap pembersih
2. Bahan :
Tanah halus (<0.5 mm) (Inseptisol, Andisol, Ultisol, Fertisol, Entisol)

D. PENGAMATAN TANAH DENGAN INDRA
1. Warna Tanah
a. Alat :
Buku Munsell Soil Color Chart
b. Bahan :
Tanah gumpal lembab (Inseptisol, Andisol, Ultisol, Fertisol, Entisol)
2. Tekstur Tanah
a. Alat :
Menggunakan ibu jari dan telunjuk
b. Bahan :
 Tanah (Inseptisol, Andisol, Ultisol, Fertisol, Entisol)
 Air
3. Struktur Tanah
a. Alat :
Jari tangan
b. Bahan :
Tanah (sebongkah tanah) (Inseptisol, Andisol, Ultisol, Fertisol, Entisol)
4. Konsistensi
a. Alat :
Ibu jari telunjuk
b. Bahan :
Tanah dalam berbagai kandungan air (Inseptisol, Andisol, Ultisol, Fertisol, Entisol).

E. PENGENALAN PROFIL TANAH
1. Alat :
a Bor tanah
b Abney level (clinometer)
c Kompas
d Altimeter
e pH saku
f Botol semprot
g Kertas label
h Meteran
i Buku Munsell Soil Color Chart
j Kantong plastik
k Spidol
l Buku pedoman pengamatan tanah di lapang
m Daftar isian profil
2. Bahan :
Tanah
B. CARA KERJA
A. PENYIAPAN CONTOH TANAH
1) Contoh yanah tang sudah Dikeringkan Ditumbuk dalam mortir secara hati-hati, kemudian diayak dengan saringan berturut-turut dari yang diameter 2 mm, 1 mm, dan 0,5 mm. Contoh tanah yang tertampung di atas saringan 1mm adalah contoh tanah yang diameter 2mm, sedang yang lolos saringan 0,5 mm adalah contoh tahah halus (0,5 mm).
2) Contoh tanah yang diperoleh dimasukan dalam kantong plastik dan diberi label seperlunya.
B. PENETAPAN KADAR AIR TANAH
A. Kadar Air Tanah Kering Angin (Udara)
1) Botol timbang dan penutupnya dibersihkan, diberi label, lalu ditimbang (= a gram).
2) Botol timbang diisi dengan contoh tanah kering angin yang berdiameter 2 mm, kurang lebih setengahnya, ditutup, lalu ditimbang kembali (= b gram).
3) Botol timbang yang berisi tanah dimasukan ke dalam oven dengan keadaan tutup terbuka. Pengovenan dilakukanpada suhu 105-1100C selaqma minimal 4 jam.
4) Setelah waktu pengovenan selesai, botol timbang ditutup kembali dengan menggunakan tang penjepit.
5) Botol timbang yang telah ditutup dikeluarkan dari oven dengan menggunakan tang penjepit, lalu dimasukkan ke dalam eksikator selama 15 menit.
6) Setelah itu, botol timbang diambil satu persatu dengan menggunakan tang penjepit untuk ditimbang dengan timbangan yang sama (= c gram).
B. Kadar Air Kapasitas Lapang
1) Keranjang kuningan dibersihkan, diberi label kemudian ditimbang (= a gram)
2) Keranjang kuningan yang telah ditimbang diletakkan ke dalam bejana seng.
3) Contoh tanah kering angin  2 mm dimasukkan ke dalam keranjang kuningan setinggi 2,5 cm (sampai tanda batas) secara merata tanpa ditekan.
4) Diteteskan air sebanyak 2 mL dengan pipet ukur secara perlahan-lahan pada 3 titik tanpa persinggungan (1 titik = 0,67 mL ), kemudian bejana seng ditutup, dileltakkan ditempat yang teduh dan dibiarkan selama 15 menit.
5) Keranjang kuningan dikeluarkan dari bejana seng, diayak dengan hati-hati hingga tertinggal 3 gumpalan tanah lembab, lalu ditimbang (= b gram).
C. DERAJAT KERUT TANAH
1) Tanah halus diambil secukupnya, dimasukan ke dalam cawan porselin, ditambah air dengan menggunakan botol semprot, lalu diaduk secara merata dengan colet sampai pasta tanah menjadi homogen.
2) Pasta tanah yang sudah homogen tadi dimasukkan ke dalam cawan dakhil yang telah diketahui diameternya dengan menggunakan jangka sorong (diameter awal).
3) Cawan dakhil yang telah berisi pasta tanah tersebut dijemur dibawah terik matahari, kemudian dilakukan pengukuran besarnya pengkerutan setiap 2 jam sekali sampai diameternya konstan (diameter akhir).

D. PENGAMATAN TANAH DENGAN INDRA
A. Warna Tanah
Diambil sedikit tanah gumpal yang lembab secukupnya (permukaanya tidak mengkilap), diletakkan di bawah lubang kertas buku Munsee Soil Collor Chart. Dicatat notasi warna (Hue, Value, chroma) dan nama warna. Penamatan warna tanah tidak boleh terkena cahaya matahari langsung.
B. Tekstur Tanah
Penetapan tekstur tanah dilapang dilakukan dengan cara merasakan atau meremas tanah antara ibujari dan jari telunjuk. Diambil sebongkah tanah kira-kira sebesar kelereng, basahi dengan air hingga tanah dapat ditekan. Contoh tanah dipijit kemudian dibuat benang dan sambil dirasakan kasar halusnya tanah. Jika :
1) Bentukan benang mudah dan membentuk pita panjang, maka besar kemungkinan teksturnya liat,
2) Mudah patah, kemungkinan tekstur tanahnya lempung berliat dan
3) Tidak terbentuk benang, kemungkinan lempung atau pasir. Jika terasa lembut dan licin, berarti lempung berdebu ; terasa kasar : lempung berpasir.
C. Sturtur Tanah
Sebongkah tanah diambil dari horison tanah, kemudian dipecah dengan cara menekan dengan jari atau dengan dijatuhkan dari ketinggian tertentu. Sehingga bongkah tanah akan pecah secara alami. Pecahan tersebut menjadi agregat mikro (ped) yang merupakan kelas struktur tanah.
D. Konsistensi Tanah
Contoh tanah dalam berbagai kandungan air diamati dengan cara dipijit dengan ibu jari dan telunjuk. Pengamatan dimulai pada kondisi kering, lembab dan basah dengan cara menambah air pada contoh tanahnya.

E. PENGENALAN PROFIL TANAH
1) Memilih tempat pembuatan profil. Sebelumnya dilakukan dengan pengeboran (boring). Ditempat-tempat sekitar profil yang akan dibuat sedalam 1 meter pada 2 atau 3 tempat berjarak 1 meter, yang berguna supaya tercapai keseragaman.
2) Menggali lubang sedemikian rupa sehingga terbentuk profil tanah dengan ukuran panjang 2 m, lebar 1,5 m dan kedalaman 1,5 m. Di depan bidang pengamatan profil dibuat tangga (trap) ke bawah untuk memudahkan pengamat turun.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
– Hasil Pengamatan Penetapan Kadar Air Tanah
Tanah secara umum
No . Tanah Ka Kl
1. Vertisol 11,27 24,8
2. Andisol 35,77 58,28
3. Ultisol 11,23 31,98
4. Inceptisol 11,7 29,56
5. Entisol 9,58 22,75

1.Tanah kering udara
Tanah Andisol
Ulangan Botol timbang kosong(a gram) (a) + contoh tanah(b) (b) setelah di oven (c g) Kadar air tanah kering udara(%)
Ka 1 22,9 gr 28,2 gr 26,7 gr 39,4 %
Ka 2 22,4 gr 32,6 gr 31,3 gr 14,6%
Rata-Rata 54,0 %

Tanah Inceptisol

Ulangan Botol timbang kosong(a gram) (a) + contoh tanah(b) (b) setelah di oven (c g) Kadar air tanah kering udara(%)
Ka 1 22,6 29,6 gr 28,8 gr 12,9 %
Ka 2 29,2 gr 35,7 gr 35 gr 12 %
Rata-Rata 12,45 %

Perhitungan :
( b – c )
Kadar air = ————- X 100%
( c – a )
Ket : ( b – c ) = massa air; ( c – a )= massa tanah kering mutlak (massa padatan)

2.Kapasitas Lapang
Tanah Inceptisol
Ulangan Keranjang kuningan kosong (a g) (a) + gumpalan tanah basah (b g) Kadar air kapasitas lapang (%)
KL – 1 32,3gr 44,3 gr 32,25 %
KL – 2 32,8 gr 43,79 gr 34,696 %
Rata – rata 33,473 %
Tanah Andisol
Ulangan Keranjang kuningan kosong (a g) (a) + gumpalan tanah basah (b g) Kadar air kapasitas lapang (%)
KL – 1 31,1 gr 47,0 gr 68,3 %
KL – 2 31,4 gr 44,9 gr 78,3 %
Rata – rata 73,3 %
Perhitungan :
2
Kapasitas lapang =———— X 100% + Ka
b- (a + 2)

Warna dan Tekstur

No.
Jenis Tanah Warna Tanah
Tekstur Tanah
Notasi Warna Nama Warna
1. Ultisol 10 YR; 3/6 Dark Yellowish brown Pasir berdebu
2. Inceptisol 7,5 YR; 4/2 Dark Brown Lempung Berpasir
3. Vertisol 2,5 GR; 3/0 Vert Dark Brey Liat
4. Andisol 7,5 YR; 3/4 Dark Brown Lempung Berpasir
5. Entisol 2,5 GR; 5/2 Brown Lempung Berdebu

B. Struktur

No.
Jenis Tanah Struktur Tanah
Tipe Klas Derajat
1. Ultisol Gumpal Halus Cukupan
2. Inceptisol Gumpal Kasar tipe Gumpal Cukupan (2)
3. Vertisol Guimpal – -
4. Andisol Gumpal Halus Cukupan
5. Entisol Gumpal Halus Kuat

C.Konsistensi

No.
Jenis Tanah Konsistensi basah Konsistensi lembab Konsistensi kering
kelekatan Keliatan
1. Ultisol S P T h
2. Inceptisol SO PS Vf Sh
3. Vertisol VS VP VF h
4. Andisol SS PO VF h
5. Entisol SS – – -

Perhitungan :
= (32,232 – 29.967) x 100 % = (31.762 – 30.827) x 100 %
(30.827 – 22.818) (29.967 – 22.276)
= 11.66 % = 11.67 %

Ka Rata-rata = Ka1 + Ka2 = 11.66 % + 11.67 %
2 2
= 11.665

Perhitungan : Kl1 = 2 x 100 % + Ka
b-(a + 2)
= 2 x 100 % + 11.665 %
40.574 – (31.202 + 2)
= 38.785 %

Kl2 = 2 x 100 % + Ka
b-(a + 2)
= 2 x 100 % + 11.665 %
42.433 – (34.160 + 2)
=43.545%

Kl Rata-rata : Kl1 + Kl2 ¬¬ = 38.785 + 43.545
2 2
= 41.165 %
Tabel 4. Derajat kerut tanah
Jenis Tanah Pengamatan Ke
1 2 3 4 5
Inseptisol  3,92 3,80 3,76 3,70 3,68
 3,84 3,74 3,70 3,68 3,66
X 3.845 3.735 3.655 3.560 3.560
Andisol  3,91 3,76 3,73 3,73 3,73
 3,88 3,88 3,65 3,64 3,64
X 3.955 3.865 3.829 3.795 3.770
Ultisol  3.77 3.440 3.420 3.420 3.420
 3,68 3,50 3,38 3,38 3,38
X 3,72 3,52 3,46 3,43 3,43
Fertisol  3,93 3.210 3.300 3.250
 4,01 3.380 3.100 3.100 3.100
X 3.8575 3.3125 3.155 3.200 3.175
Entisol  3.842 3.688 3.662 3.680 3.655
 3,864 3.732 3.730 3.714
X 3,810 3.719 3.697 3.705 3.6845
Perhitungan : Derajat Kerut Tanah 1(Æ1) = D awal – D akhir x 100%
D awal
= 3.770 – 3.420 x 100%
3.770
= 9.284 %
Derajat Kerut Tanah 2 (Æ2) = D awal – D akhir x 100%
D awal
= 3.8025 – 3.400 x 100 %
3.8025
= 10.585 %
Derajat kerut rata-rata = Æ1 + Æ2
2
= 9.284 % + 10.585 %
2
= 9.934 %

Tabel 5. Profil tanah
No. lapisan 1 2 3 4 5
Dlm lap.(cm) 0 – 16 16 – 35 35-49 49 – 74 75 – 92
Simbol lap. A B C D E
Bts lap. a b c d a b c D a b c d a b c d a b c d
Bts top s w i b s w i B s w i b s w i b s w I b
Wrn tnh 7,5YR3/4 5YR3/2 7,5YR3/4 5YR3/3 Dark yellow
Tekstur tanah Sr
Sr
Sr
Sr
Sr

S Cl L S Cl L S Cl L S Cl L S Cl L
Si Si Si Si Si
Kandungan
Bahan kasar (konkresi/
Hablur/
fragmen Fe Ca Fe Ca Fe Ca Fe Ca Fe Ca
Mn B Mn B Mn B Mn B Mn B
Struktur
Tanah 0 VF Pl 0 VF Pl 0 VF Pl 0 VF Pl 0 VF Pl
1 F P 1 F P 1 F P 1 F P 1 F P
2 M Cp 2 M Cp 2 M Cp 2 M Cp 2 M Cp
3 C Ab 3 C Ab 3 C Ab 3 C Ab 3 C Ab
VC B VC B VC B VC B VC B
Sb Sb Sb Sb Sb
G G G G G
Cf Cf Cf Cf Cf
L L L L L
M M M M M
Kosistensi So L L So L L So L L So L L So L L
Ss Vt S Ss Vt S Ss Vt S Ss Vt S Ss Vt S
S F Sh S F Sh S F Sh S F Sh S F Sh
Vs T H Vs T H Vs T H Vs T H Vs T H
Po Vf Vh Po Vf Vh Po Vf Vh Po Vf Vh Po Vf Vh
Ps Et Eh Ps Et Eh Ps Et Eh Ps Et Eh Ps Et Eh
Vp Vp Vp Vp Vp
P P P P P
pH Tanah 6 5 5 6 5
Reaksi
Terhadap
HCL Tidak berubah
Semua +2 Tak berbuih Tidak berbuih
Tidak ada buih Tak berbuih
Reaksi
Terhadap
H2O2 +3 banyak +3 berbuih +2 berbuih +2 Ada buih +2 berbuih
Perakaran Halus kasar Kasar, banyak Halus sedikit Sedang, Jmlh Banyak Sedang, sedikit
Tabel 6. Pengamatan warna dan tekstur tanah dengan indra
No Jenis tanah Warna tanah Tekstur tanah
Notasi warna Nama warna
1 Inseptisol 7,5 YR3/4 Dark brown Lempung berpasir (SL)
2 Andisol 5 YR3/2 Dark reddish borwn Lempung berpasir (SL)
3 Ultisol 5YR4/4 Reddish borwn Liat(C)
4 Fertisol 2,5 YR3/2 Very dark grayis brown Liat(C)
5 Entisol 10 YR3/3 Dark brown Lempung berdebu (SIL)

Tabel 7. Pengamatan struktur tanah dengan indra
No Jenis tanah Struktur tanah Derajat
Tipe klas
1 Inseptisol Gumpal membulat (sb) Sangat halus
(vf) 1 = Lemah
2 Andisol Gumpal membulat (sb) Sangat halus
(vf) 2 = cukupan
3 Ultisol Gumpal
(b) Sangat kasar (vc) 3 = kuat
4 Fertisol Gumpal bersudut
(ab) Sangat halus
(vf) 3 = kuat
5 Entisol Gumpal membulat (sb) Sangat halus
(vf) 1 = Lemah

Tabel 8. Pengamatan konsistensi tanah dengan indra
No Jenis tanah Konsistensi basah Konsistensi lembab Konsistensi kering
Kelekatan Keliatan
1 Inseptisol Lekat
(s) Agak plastis (ps) Sangat gembur (vf) Agak keras (sh)
2 Andisol Agak lekat
(ss) Tidak plastis (pO) Lepas
(l) Agak keras (sh)
3 Ultisol Lekat
(s) Agak plastis (ps) Lepas
(l) Keras
(h)
4 Fertisol Lekat
(s) Plastis
(p) Sangat teguh sekali
(et) Sangat keras sekali
(h)
5 Entisol Lekat
(s) Plastis
(p) Teguh
(t) Sangat keras (vh)

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Penetapan Kadar Air Dalam Tanah
Tanah adalah kumpulan dari benda alam dipermukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon, terdiri dari campuran bahan mineral,bahan organik, air dan udara. Berdasarkan gaya yang bekerja pada air tanah yaitu gaya adhesi, kohesi dan gravitasi, maka air tanah dibedakan menjadi : 1. air higroskopis, 2. air kapiler, 3. air gravitasi.
Air higroskopis adalah air yang diabsorbsi oleh tanah dengan sangat kuat, sehingga tidak tersedia dalam jumlkah banyak bagi tanaman. Air kapiler adalah air tanah yang tertahan oleh tanah karena gaya adhesi dan kohesi yang lebih besar dari pada gaya gravitasinya. Sedangkan air gravitasi adalah air yang tidak bias ditahan oleh tanah akibat gaya gravitasi yang menyebabkan air meresap ke bawah.
Berdasarkan teori diatas, maka diadakan praktikum yang menerapkan kadar air seprti tanah kering angina dan kapasitas lapang dengan metode gravimetri (perbandingan massa air dengan massa padatan tanah) atau berdasarkan % berat.
Dari data atau hasil yang terdapat atau didapat, dapat dilihat bahwa masing-masing tanah mempunyai kadar air tanah kering udara dan kadar air kapasitas lapang yang berbeda-beda. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor :
1. Jenis air yang yang diserap yang didasarkan pada air tanah yaitu gaya adhesi, kohesi dan gravitasi.
2. Kemampuan tanah menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur tanah. Tanah-tanah bertekstur kasar mempunyai daya menahanair yang lebih kecil dari pada tanah yang bertekstur halus. Oleh karenanya tanaman yang ditanam pada tanah pasir umunya lebih mudah kekeringan daripada tanah-tanah bertekstur lempung atau liat.
3. Kadar bahan organic tanah (BOT)
Semakin tinggi kadar BOT akan makin tinggi kadar dan ketersediaan air tanah.
4. Senyawa kimiawi
Semakin banyak senyawa kimiawi di dalam tanah akan menyebabkan kadar dan ketersediaan air tanah menurun.
Tanah kering udara adalah tanah yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
Berdasarkan data dalam penetapan kadar air tanah kering udara, tanah Andisol lebih mampu menyerap air dibandingkan tanah inceptisol , hal ini terbukti dari % kadar air tanah andisol lebih besar dari pada tanah inceptisol.

B. Derajat Kerut Tanah
Secara fisik tanah mineral merupakan campuran dari bahan anorganik, organik,udara dan air. Bahan anorganik secara garis besar dibagi atas golongan fraksi tanah yaitu :
1. Pasir (0,05 mm – 2,00 mm)
Tidak plastis dan tidak liat, daya menahan air rendah, ukuran yang besar menyebabkan ruang pori makro lebih banyak, perkolasi cepat, sehingga aerasi dan drainase tanah pasir relative baik. Partikel pasir ini berbentuk bulat dan tidak lekat satu sama lain.
2. Debu (0,002 mm – 0,005 mm)
Merupakn pasir mikro. Tanah keringnya menggumpal tetapi mudah pecah jika basah, empuk dan menepung. Fraksi debu mempunyai sedikit sifat plastis dan kohesi yang cukup baik.
3. Liat (<0,002 mm)
Berbentuk lempeng, punya sifat lekat yang tinggi sehingga bila dibasahi amat lengket dan sangat plastis, sifat mengmbang dan mengkerut yang besar.

Masing-masing fraksi mempunyai ukuran dan sifat yang berbeda-beda. Tanah yang banyak mengandung pasir akan mempunyai tekstur yang kasar, mudah untuk diolah, mudah untuk merembeskan air dan disebut sebagai tanah ringan. Dalam praktikum mengenai derajat kerut tanah, dengan menggunakan beberapa jenis tanah, yaitu Fertisol, Ultisol, Andisol, Entisol dan Inseptisol dengan hasil praktikum sebagai berikut :
1. Tanah Ultisol Ultisol derajat kerut tanahnya sebesar 11,83 %
2. Fertisol derajat kerut tanahnya sebesar 18,94%
3. Entisol derajat kerut tanahnya sebesar 6,11 %
4. Inseptisol derajat kerut tanahnya sebesar 11,005 %
5. Ardisol derajat kerut tanahnya sebesar 3,225 %
Dari data diatas dapat kita lihat bahwa masing-masing jenis tanah mempunyai derajat kerut yang berbeda-beda. Hal tersebut disababkan oleh beberapa faktor, yaitu berat ringannya tanah akan menentukan derajat kerut tanah. Semakin tinggi kandungan liat, semakin besar derajat kerut tanah. Selain itu, bahan orgaik tana berpengaruh sebaliknya. Semakin tinggi kandungan bahan organik tanah, maka derajat kerut tanah semakin kecil. Pernyataan tersebut tidak sesuai dengan data praktikum. Jika diurutkan, Derajat kerut terbesar adalah tanah Ultisol dengan tekstur tanah liat, disusul oleh tanah Andisol yang bertekstur liat, tanah Entisol dengan tekstur lempung berdebu, dan yang terakhir Fertisol dan Inceptisol yang bertekstur lempung berpasir. Hal tersebut atau penyimpangan tersebut dapat disebabkan oleh salah satunya adalah kurang akuratnya dalam perhitungan dan lain sebagainya.

C. Pengamatan Dengan Indra
1. Warna Tanah
Pada pengamatan tanah dengan indra, warna tanah mencerminkan beberapa sifat tanah, diantaranya yaitu kandungan bahan organic, drainase, dehidratasi senyawa besi dan lain-lain. Warna tanah sangat di[engaruhi oleh kadar lengas didalamnya. Tanah yang kering warnanya lebih muda dibandingkan dengan tanh yang basah, ini karena bahan koloid yang kehilangan air.
Berdasarkan percobaan yang dilakukan, didapat hasil :
a. Tanah Fertisol = 2,5 YR 3/2 : Very Dark Grayish Brown
b. Tanah Andisol = 5 YR 3/2 : Dark Reddish Brown
c. Tanah Ultisol = 5 YR 4/4 : Reddish Brown
d. Tanah Inceptisol = 7,5 YR 3/4 : Dark Brown
e. Tanah Entisol = 10 YR 3/3 : Dark Brown
Warna tanah diatas ditetapkan menggunakan Munsell Soil Color Chart. Yaitu dimana dalam penetapan warna harus di catat HUE, VALUE, dan CHROMA.
1) Hue : warna dominan sesuai dengan panjang gelombangnya, dimulai warna merah (5R) dan warna paling kuning (5Y), untuk tanah tereduksi (gley) yaitu 5G, 5GY, 5 BG, dan N.
2) Value : merupakan kartu warna ke arah vertikal yang menunjukkan warna tua-muda atau hitam-putih, ditulis dibelakang nilai hue.
3) Chroma : merupakan kartu warna yang disusun horizontal yang menunjukkan intensitas cahaya. Ditulis dibelakang value yang dipisahkan dengan garis miring.
Contoh : Red, 10R 4 / 5 chroma

Nama
warna value
hue
ini dilakukan untuk menyamakan warna tanah di semuan daerah. Warna tanah yang terdeteksi berbeda-beda karena mencerminkan sifat tanah, sedangkan diketahui jenis tanahnya berbeda, sehingga warnanya pun pasti berbeda.
Dalam pengamatan didapkan bahwa tanah inseptisol memiliki notasi warna 7,5 Yr 4/2

2. Tekstur Tanah
Ada 3 macam tekstur tanah yang utama, yaitu pasir (sand), lempung (loam), dan liat (clay). Tanah dikatakan pasir bila jandungan pasirnya lebih dari 70%. Sedangkan lait apabila kandungan litany lebih dari 35%. Jika suatu fraksi bukan fraksi liat ataupun pasir, maka itu adalah fraksi debu. Departemen Pertanian Amerika Serikat membagi tekstur tanah menjadi 12 kelas tekstur. Penetapan tekstur tanah ada 2, yaitu :
a. Penetapan di Laboratorium
b. Penetapan Tekstur di Lapang
Menurut hasil praktikum, diketahui bahwa :
a. Entisol bertekstur lempung berdebu (SIL)
b. Ultisol bertekstur lempung berliat (CL)
c. Fertisol bertekstur lempung berpasir (CS)
d. Andisol bertekstur lempung berliat (CL)
e. Inceptisol bertekstur lempung berpasir (SL)
Hasildari tiap-tiap kelompok berbeda karena kepekaan indra yang dimiliki tiap individu berbeda-beda.

3. Struktur Tanah
Struktur tanah terbentuk akibat adanya penggabungan butir-butir primer tanah oleh adanya koloid tanah, humus, atau bahan kimia.Pada pengamatan struktur tanah diamati bentuk struktur, agregat tanah (ped)/ kelas struktur dan derajat struktur tanah.
Berdasarkan percobaan yang kami lakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut :
a. Entisol bertipe gumpal bersudut (ab), memiliki kelas sangat halus (vf) dan memiliki derajat kuat (3).
b. Ultisol bertipe gumpal bersudut (ab), memiliki kelas sangat halus (vf) dan memiliki derajat kuat (3).
c. Vertisol bertipe gumpal bersudut (ab), memiliki kelas sedang (m) dan memiliki derajat cukupan (2).
d. Andisol bertipe gumpal, memiliki kelas halus (f) dan memiliki derajat lemah (1).
e. Inceptisol bertipe gumpal membulat (sb), memiliki kelas sangat halus (vf) dan memiliki derajat lemah (1).

4. Konsistensi
Tanah dengan konsistensi baik mudah diolah dan tidak mudah melekat pada alat pegolah tanah. Sedangkan tanah yang berkonsistensi buruk merupakan kebalikannya. Konsistensi tanah dapat ditetapkan pada keadaan basah, lembab dan kering.
Percobaan yang dilakukan oleh kelompok kami memberikan hasil konsistensi tanah sebagai berikut :
a. Entisol pada konsistensi basah lekat (s) dan plastis (p), pada konsistensi lembab teguh (t) dan pada konsistensi kering sangat keras (vh).
b. Ultisol pada konsistensi basah agak lekat (ss) dan agak plastis (sp), pada konsistensi lembab sangat teguh (vt) dan pada konsistensi kering keras (h).
c. Fertisol pada konsistensi basah lekat (s) dan plastis (p), pada konsistensi lembab sangat teguh sekali (et) dan pada konsistensi kering sangat keras sekali (eh).
d. Andisol pada konsistensi basah lekat (s) dan tidak plastis (p0), pada konsistensi lembab sangat gembur (vf) dan pada konsistensi kering agak keras (sh).
e. Inceptisol pada konsistensi basah lekat (s) dan agak plastis (sp), pada konsistensi lembab sangat gembur (vf) dan pada konsistensi kering agak keras (sh).
Konsistensi lembab didapatkan denganmencelupkan sekejap bongkahan tanah lalu langsung diangkat dan dirasakan konsistensinya.
D. Pengenalan Profil Tanah
Apabila kita menggali lubang pada tanah, maka kalau kita perhatikan dengan teliti pada masing-masing sisi lubang tersebut akan terdapat lapisan-lapisan tanah yang mempunyai sifat yang berbeda-beda. Disuatu tempat ditemukan lapisan berseling-seling dengan lapisan liat, lempung atau debu, sedang ditempat lain ditemukan tanah yang semuanya terdiri dari liat, tetapi dilapisan bawah berwarna kelabu dengan bercak-bercak merah, dibagian tangah berwarna merah, dan lapisan atasnya berwarna kehitam-hitaman.
Lapisan tersebut terbentuk karena dua hal, yaitu :
1. Pengendapan yang berulang-ulang oleh genangan air.
2. Proses pembentukan tanah.
Horison tanah adalah lapisan-lapisan tanah yang terbentuk karena hasil dari proses pembentukan tanah. Proses pembentukan horison-horison tersebut akan menghasilkan benda alam baru yang disebut tanah. Penampang vertikal tanah tersebut akan menunjukan susunan horison yanag disebut profil tanah.
Profil dari tanah mineral yang telah berkembang lanjut biasanya memiliki horison-horison sebagai berikut: O – A – E – B – C – R
Keterangan:
1. Horison O adalah horison yang terdiri dari bahan serasah atau sisa-sisa tanaman (Oi) dan bahan organik tanah (BOT) hasil dekomposisi serasah (Oa). Horison ini ditemukan terutama pada tanah-tanah hutan yang masih utuh. Merupakan horison organik yang terbentuk diatas lapisan tanah mineral
2. Horison A1 adalah horison mineral berbahan organik tanah (BOT) tinggi sehingga berwarna agak gelap. A2 – Horison dimana terdapat pencucian (eluviasi) maksimum terhadap liat, Fe, A dan bahan organik. A3 – Horison peralihan ke B, lebih menyerupai A
Horison dipermukaan tanah yang terdiri dari campuran bahan organik dan bahan mineral. Merupakan horison eluvasi, yaitu horison yang mengalami pencucian.

3. Horison E adalah horison mineral yang telah tereloviasi (tercuci) sehingga kadar BOT, liat silikat, Fe dan Al rendahtetapi kadar pasir & debu kuarsa (seskuoksida) dan mineral resisten lainnya tinggi serta berwarna terang.
4. Horison B adalah horison illuviasi yaitu horison akumulasi bahan eluvial dari horison diatasnya.
5. Horison C adalah lapisan yang bahan penyusunnya masih sama dengan bahan induk atau belum terjadi perubahan secara kimiawi.
6. R adalah bahan induk tanah.
Ada tiga istilah yang sering diutarakan dalam ilmu tanah, yaitu:
1. Solum tanah yaitu lapisan tanah yang meliputi horison: O – A – E – B.
2. Lapisan tanah atas (top soil) yaitu lapisan tanah yang meliputi horison:O – A.
3. Lapisan tanah bawah yaitu lapisan tanah yang meliputi horison: E – B.
Perlu dijelaskan bahwa tanah tidak selalu mempunyai susunan tanah seperti tersebut diatas. Horison O hanya terdapat pada tanah hutan yang belum digunakan untuk usaha pertanian. Banyak tanah yang tidak mempunyai horison A2 karena tidak terjadi proses pencucian dalam proses pembentukan tanah tersebut. Di samping itu ada juga tanah yang hanya mempunyai horison A dan C saja karena prosese pembentuikan tanahnya baru pada tingkat permulaan.
Bedasarkan pengamatan yang kami lakukan, menghasilkan profil yang berbeda-beda. Contohnya :
Tanah Ultisol : Profil dan strukturnya 1, f, Cf
Tanah Fertisol : Profil dan strukturnya 2, F, P, ab
Tanah Andisol : Profil dan strukturnya 1, Vf, ab
Tanah Inceptisol : Profil dan strukturnya 1, Vf, Cf
Tanah Entisol : Profil dan strukturnya 1, F, Cr
Hal itulah yang menyebabkan bermacam ragam profil dan struktur tanah.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Dalam pertanian, tanah diartikan lebih khusus yaitu sebagai media tumbuhnya tanaman darat. Tanah berasal dari hasil pelapukan batuan bercampur dengan sisa-sisa bahan organic dari organisme (vegetasi dan hewan) yang hidup di atasnya atau di dalamnya. Selain itu di dalam tanah terdapat pula udara dan air.
3. Tanah kering udara adalah tanah yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
Berdasarkan data dalam penetapan kadar air tanah kering udara, tanah Andisol lebih mampu menyerap air dibandingkan tanah inceptisol , hal ini terbukti dari % kadar air tanah andisol lebih besar dari pada tanah inceptisol dan Kadar air tanah andisol lebih besar dari kadar air tanh Inceptisol dan kapasitas lapang tanah andisol lebih besar dari tanah inceptisol.
3. Tanah andisol memiliki warna tanah dark yellow brown dan tanah inceptisol memiliki warna tanah pinkish gray.
3. Tanah andisol memiliki tekstur tanah lempung berpasir sedangkan tanah inceptisol memiliki tekstur lempung berliat.

B. Saran

genetik

April 17, 2009

Pendahuluan
Setiap makhluk hidup mempunyai sifat alamiah, yaitu berkembang biak agar jenisnya tidak punah.perkembangannya berlangsung pada dua jalan, vegetatif atau/ dan generatif. Melalui perkembangan vegetatif (aseksual), organisme yang terbentuk akan memiliki sifat yang identik dengan induknya. Melalui generatif (seksual), organisme yang terbentuk memiliki sifat beda dengan induknya. Karena merupakan penggabungan dua individu berbeda jenis kelaminnya. Melalui generatif akan terbentuk organisme yang mempunyai ciri perpaduan antara dua induknya atau dari keturunan induknya.
Orang yang pertama – tama melakukan percobaan perkawinan silang adalah George Mendel, dengan menggunakan kacang ercis (Pisum sativum). Memilih kacang ercis adalah pilihan yang efisien dan efektif untuk mengetahui perbedaan antara satu tanaman dengan lainnya. Tujuh sifat kacang ercis adalah :
1. Batang tinggi – rendah
2. Buah polongan berwarna hijau – kuning
3. Bunga ungu – putih
4. bunga terletak aksial – terminal
5. biji masak warna hijau – kuning
6. permukaan biji licin – berkerut
7. warna kulit biji abu abu – kuning

Mendel menyebut bahan keturunan adalah faktor penentu. Tetapi setelah masa Mendel, faktor penentu dikenal GEN. kromosom adalah pembawa fakktor keturunan. Pendapat ono diperkuat oleh percobaan T. Boveri dan W.S. Sutton (1902) yang membuktikan bahwa gen adalah bagian dari kromosom, teorinya dikenal dengan Teori Kromosom.

Sifat keturunan yang dapat diteliti (warna, bentuk, dan ukuran) disebut Fenotip. Sifat dasar yang tak tampak dan tetap tidak berubah karena lingkungan pada suatu individu disebut Genotip.Stern (1930) berpendapat bahwa faktor Gen dan Lingkungan dapat mempengaruhi sifat Fenotip.
F = G + E + (perpaduan GE)

Homozigot adalah individu yang genotipnya terdiri dari alel (sifat lawan, missal T alelnya t) yang sama. Homozigot dibedakan menjadi homozigot dominant (TT) dan resesif (tt). Heterozigot adalah individu yang genotipnya terdiri dari alel tak sama. Hasil perkawinan antara dua individu yang mempunyai sifat beda dinamakan Hobrid. hybrid terbagi atas, monohybrid, dihibrid, dan trihibrid.
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari perkawinan individu dengan satu sifat beda adalah :
1. semua individu F1 adalah seragam
2. jika dominasi nampak sepenuhnya, maka individu F1 memili fenotip seperti induknya
3. pada waktu ondividu F1 yang heterozigotik membentuk gamet – gamet, terjadilah pemisahan alel, sehingga gamet hanya memiliki salah satu alel saja.
4. jika dominasi nampak sepenuhnya, mK perkawinan monohybrid (Tt x Tt) menghasilkan keturunan ya gmemperlihatkan perbandingan fenotip 3 : 1. dan perbandingan genotipnya 1 : 2 : 1.

Perkawina Resiprok
Perkawina Resiprok adalah perkawinan kebalikan dari perkawinan yang semula dilakukan. Contohnya adalah tanaman ercis Mendel,
– H merupakan gen buah polong berwarna hijau
– H merupakan gen buah polong berwarna kuning

Mula – mula dikawinkan tanaman ercis berbuah polong hijau dengan polong kuning. Semua tanaman F1 berbuah polong hijau. Keturunan F2 memisah dengan perbandingan fenotip 3 hijau : 1 kuning. Pada perkawinannya digunakan serbuk sari dari tanaman berbuah polong kuning dan diberikan pada tanaman berbauh polong hijau.

Perkawinan Balik (Backcross)
Perkawinan antara individu F1 dengan induk beetina atau jantan.
– B = gen utnuk warna hitam pada marmot
– b = gen utnuk warna putih pada marmot
jika marmot hitam heterozigotik BB dikawinkan dengan warna putih, maka keturunan F1 seragam, yaitu Bb berwarna hitam.
Jika dilakukan perkawinan balik adntara marmot F1 dengan induk jantan (hitam), maka semua marmot F2 berwarna hitam, meskipun genotipnya berbeda. Dua individu dapat memiliki fenotip sama tapi berbeda genotip.

Uji silang (Testcross)
Uji silang pada individu monohybrid menghasilkan keturunan yang memperlihatka perbandingan 1 : 1. uji silang biasanay digunakan untuk menguji kemurnian suatu individu apakah homozigotik atau heterozigotik.

tanah

April 2, 2009

I.Pengertian
Kurangnya perhatian kita pada tanah, mungkin disebabkan karena pandangan kita yang berlainan dengan hasil utama alam ini. Misalnya bagi seorang insinyur tambang, tanah adalah suatu bahan rombakan yang menutupi batuan – batuan atau mineral – mineral yang harus digali. Lain halnya dengan seorang petani, tanah bagi petani adalah sesuatu yang harus dimiliki untuk menanam suatu tanaman. Melalui pengertian yang berbeda – beda tersebut, dapat disimpulkan bahwa tanah memiliki fungsi yang berbeda, tergantung keinginan sang pengolah.
Regolit, adalah suatu bahan batuan yang telah mengalami pelapukan, semakin keatas permukaannya, bagian tersebut akan lebih mudah dan cepat lapuk, karena ada pelapukan oleh angina, air, dan panas. Sisa – sisa yang mula – mula terdapat di atas permukaan, oleh cacing – cacing dimasukkan kedalam tanah dan dirombak, sebagian diuraikan (didekomposisikan) oleh mikroorganisme. Bila terdapat beberapa bahan organik dan mineral yang tak terdekomposisi. Akan membentuk lapisan – lapisan tanah mendatar yang mudah dibedakan.
Bagian atas regolit yang mengalami pelapukan biokimiawi, disebut sebagai tanah. Factor – factor pelapukannya adalah :
1.kandungan bahan organic yang relative tinggi
2.sejumlah akar – akar tumbuhan bermutu dan organisme tanah
3.pelapukan yang lebih cepat,
4.terdapat lapisan – lapisan mendatar yang mudah dibedakan

manusia menemukan bahwa ciri – cirri tanah berbeda ditempat yang berlainan. Misalnya, tanah di lereng yang curam pada umumnya tidak sedalam dan seproduktif tanah yang terbentuk di leren – lereng yang landai.tanah yang terbentuk dari batuan pasir, cendrung memiliki kandungan pasir lebih tinggi dan kuramg subur disbanding tanah yang terbentuk dari batu – batuan. Iklim adalaha salah satu faktor yang mempengaruhi sifat – sifat tanah.

Profil tanah
Apabila diambil segenggam tanag dari lapangan, dan bila dipoton secara melintang, mula – mula yang ditemukan adalah lapisan mendatar, irisan (lapisan) ini disebut profil dan lapisan – lapisan yang terlihat masing – masing disebut horizon. Horizon – horizon tersebut, bahan induknya disebut solum.

II.Penetapan Kadar Air Tanah
Berdasarkan gaya yang bekerja pada air tanah yaitu gaya adhesi, kohesi, dan gravitasi, maka air tanah dibedakan manjadi :
1.air higroskopis
2.air kapiler
3.air gravitasi

III.Pengamatan Tanah dengan Indra
A.Warna tanah
Warna tanah merupakan ciri tanah yang paling mudah ditentukan di tanah lapang. Warna tanah mencerminkna sifat – sifat tanah. Kanadungan bahan organic pada tanah menimbulkan warna lebih gelap. Tanah dengan drainase buruk atau sering jenuh air, berwarna kelabu. Tanah yang mengalami dehidratasi senyawa besi akan berwarna merah.
Warna tanah akan berpengaruh pada keseimbangan panas dan kelembaban tanah. Hal ini secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman, aktivitas organisme dan struktur tanah. Warna tanah digunakan juga dalam penaksiran :
1.tingkat pelapukan atau proses pembentukna tanah, semakin merah berarti semakin lanjut pelapukannya.
2.kandungan bahan organic tanah
3.drainase tanah, warna merah atau kecoklatan, berdrainase baik ; sedang warna kelabu menunjukan drainase yang buruk
4.horizon pencucian/ pengendapan, warna putih mennunjukan horizon pencucian ; warna gelap menunjukan horizon pengendapan
5. jenis mineral, warna gelap dimungkinkan mengandung kuarsa, kapur ; merah nengandung besi ; warna gelap mengandung boron atau mangan

warna tanah dibedakan atas warna dasar tanah (Matriks) dan warna karatan sebagai proses oksidasi dan reduksi dalam tanah.
Penetapan warna tanah ditentukan dengan MUNSELL SOIL COLOR CHART, dimana dalam penetapan warna tanah harus dicatat HUE, VALUE, dan CHROMA.
1.HUE = warna dominant sesuai dengan panjang gelombangnya.dimulai warna merah (5R) dan kuning (5Y), untuk tanah tereduksi (gley) yaitu 5G, 5GY, 5BG, dan N (netral).
2.VALUE = Kartu warna vertical yang menunjukkan warna tua – muda atau hitam – putih, ditulis dibelakang nilai HUE.
3.CHROMA, kartu warna yang = disusun horizontal yang menunjukkan intensitas cahaya. Ditulis dibelakan VALUE yang dipisahkan dengan garis miring (/)

penetapan warna tanah adalah melalui NOTASI dan NAMA warna.
Contoh : Notasi warna = 10 YR ¾
Nama warna = reddish brown

B.Tekstur Tanah

Tekstur tanah merupakan perbandinganrelatif antara fraksi pasir, debu dan liat dalam suatu massa tanah. Definisi ini dapat diartikan dengan Kuantitatif dan Kualitatif. Secara Kualitatif, tekstur menggambarkan tekstur tanah yang halus atau kasar. Semakin halus teksturnya, kemampuan tanah menahan air rlatif tinggi, plastis, lengket, drainase buruk nda sulit diolah. Tanah yang ringan mempunyai daya menahan air relative rendah, aerasi baik, air mudah lolos, dan mudah diolah. Secara kuantitatif, tekstur tanah menunjukan presentase fraksi – fraksi dalam massa tanah.
tanah mengandung pasir, presentasinya > 70%
kandungan liat, > 35%
lempung, bila tidak ada kandungan pasir dan liat

pengelompokan tekstur tanah secara umum :
a.mudah dibentuk benang panjang, LIAT
b.mudah patah, LEMPUNG BERLIAT
c.tidak bisa dibentuk benang, LEMPUNG atau PASIR
d.terasa lembut dan licin, LEMPUNG BERDEBU
e.terasa kasar, LEMPUNG BERPASIR

C.Struktur tanah
Adalah susunan partikel tanaah primer (pasir, debu, dan liat) membentuk agregat tanah. Struktur tanah terbentuk karena penggabungan butir – bitir tanah oleh adanya koloid tanah, humus atau bahan kimai pembentuk agregat tanah. Agregat primer disebut juga struktur mikro atau ped, sedangkan agregat sekunder merupakan struktur lapisan tanah atas/ lapisan olah desebut sebagai struktur makro.
Bentuk struktur :

a.LEMPENG = berbentuk rata seperti plat, ukuran horizontal > vertical
b.TIANG = ukuran vertical > horizontal, perismatik, ujungnya bersegi ; columner, ujungnya bulat
c.GUMPAL = berbidang banya (gumpal), vertical = horizontal
d.REMAH = butir – butiran tanahnya saling mengikat, dan ikatannya kuat dan kurang porus
e.KERSAI = ukuran ped lebih kecil
f.PEJAL = ikatan – ikatannya sangat mampat
g.BERBUTIR TUNGGAL = lepas – lepas, belum membentuk agregat

Kelas struktur :
kelas
lempeng
tiang
gumpal
Remah/ kersai
sangat halus
< 1 mm
< 10 mm
< 5 mm
10 mm
>100 mm
>50 mm
>10 mm

SURELY ISLAM GET UP

February 25, 2009

Perjalanan melintasi hidup pasti akan berlabuh walaupun penopang kehidupan kita termemadai dengan baik. Takdir setiap manusia di dunia ini sangatlah berbeda dan senantiasa berubah. Pergantian detik dan kemajuan ilmu pengetahuan menjadi penyebab salah satunya. Semakin berkembang ilmu pengetahuan, manusia diharapkan mampu menemukan arti hidupnya.
Sifat dan sikap manusia pun banyak yang berubah dan kurva perubahannya menunjukan penurunan. Penurunan dari segi moral dan akhlahlah yang menjadi permasalahan serius. Keadaan seperti itu menjadikan penyalahgunaan berbagai macam ilu dan teknologi untuk kepentingan sepihak saja. Banyak orang menghalalkan segala cara demi mendapatkan sesuatu yang menjadi pujaan hatinya. Contohnya adalah penipuan melalui pesawat jaringan telepon yang modusnya sang korban akan mendapatkan hadiah bila memenuhi syarat dari sang penipu. Kejadian seperti itu sudah tak asing lagi, bahkan dengan menggunakan hipnotis pun kerap dilakukan tersangka.
Islam adalah sesuatu yang bersinar (dikala keadaan gelap gulita dan tak ada jalan lurus) yang mampu merubah segalanya jadi bermakna. Namun mengapa umat Islam sendiri akhir – akhir ini malah menjadi biang suatu masalah???. . .
Ingatlah, sesuatu yang bangkit dengan semangat membara suatu saat akan mengalami kelelahan dan keletihan, setelah tenaga terisi kembali, pastilah menjadi kuat seperti awal bahkan lebih tangguh. Begitulah keadaan Islam dan umatnya sekarang. Pada zaman Rosulullah SAW, terlihat jelas betapa kuatnya Islam saat itu. Kerajaan – kerajaan Eropa pun telah ditaklukan dengan waktu yang cepat. Romawi adalah kerajaan terbesar saat itu, namun umat islam mampu menaklukannya. Sejak masa itu hingga masa Bani Andalusia lah Umat Islam berjaya. Begitu banyak tenaga yang digunakan pada saat itu, hingga Umat Islam pun harus tertidur hingga sekarang.
Orang salah, bila mengatakan bahwa, musthil manusia bisa menciptakan gunung!!! Atau mustahil bila manusia mampu melintasi luar angkasa dan melewati galaksi Bima Sakti!!!
Semua hal yang berhubungan dengan dunia, tidak mungkin mustahil atau tidak mungkin. Hanya saja akal dan pikiran manusianyalah yang tak mampu memikirkan semua itu. Dulu Rasulullah mengatakan pada masyarakat bahwa, matahari pun mempunyai garis edar masing – masing (saat itu masyarakat telah terdoktrin bahwa matahari adalah pusat alam semesta). Namun, masyarakat itu banyak tidak mempercayainya dan bahkan berpikir hal itu mustahil. Namun apa yang terjadi, pada akhir – akhir abad ini lah perkataan Beliau terbukti. Dengan menggunakan Teleskop Hubble yang terbang melintasi alam semesta, dengan menggunakan kamera candra, benda itu menemukan titik pusat alam semesta dan dinamakan, Black Hole. Ternyata semua yang dipikirkan masyarakat zaman Rasulullhah itu terbantahkan. Perkataan Beliau adalah benar. Itulah salah satu contohnya kemungkinan yang bukan mustahil.
Mungkinkah Umat Islam akan kembali bangkit??? Jawabanya adalah, “PASTI”.
Berbagai macam sumber, baik Qur’an dan Hadist pun menjelaskan bahwa akan datang hari dimana Umat Islam akan berjaya kembali.
Islam (Tauhid) adalah agama yang dianut sejak zaman manusia pertama lahir (Nabi Adam AS). Yahudi dan Nasrani adalah agama tauhid yang belum sempurna sebelum kedatangan Rasulullah SAW. Namun umat – umat mereka mendurhakai nikmat Allah Swt itu, dan akhirnya, nilai – nilai yang terkandung dalam pedoman mereka pun hancur karena mereka sendiri.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.